Sabtu, 25 Mei 2013

PANTANGAN MAKANAN TERAPI IMUNOLOGI

Ketika menjalani terapi Imunologi, makanan yang tidak boleh dikonsumsi suami yang sedang menjalani terapi adalah makanan pahit dan bergetah seperti:


  • daun pepaya
  • bunga pepaya
  • oyong
  • mengkudu
  • habatusaudah/jinten hitam
  • pare
  • jengkol
  • petai
  • teh kental
  • terong
  • lenca
  • daun katuk
  • daun sirsak
  • kulit manggis
  • sambiloto
  • buah merah papua
  • clorofil
  • temu lawak




Banyak orang mengira bahwa khasiat suatu tamanan herbal bersifat general. Ketika herbal daun sirsak yang saat ini sedang naik daun sebagai obat kangker, orang awam mengira bahwa dia baik untuk smua jenis masalah kesehatan. Ternyata setiap penaykit dan permasalahan masing-masing bersifat spesifik dan tidak dapat disama ratakan. Jadi perlu untuk mengecek dengan benar khasiat suatu tumbuhan herbal dan membuang jauh-jauh generalisir khasiat suatu bahan. smoga bermanfaat. (Cakung, 26 Mei 2013)

MENJALANI FOOD RESPONSE TEST (FRT)



Mungkin banyak orang yang belum tahu apa itu Food Response Test  atau yang disingkat dengan FRT. Kalau tidak disuruh oleh dokter untuk melakukam test tersebut, saya juga tidak tahu apa-apa mengenai test tersebut. Bahkan ketika saya cari di internet, tidak begitu banyak penjelasan yang saya dapat. Yang ada dalam benak saya ketika mendaftarkan diri untuk test tersebut, saya akan disuruh untuk makan berbagai jenis makanan dan melihat pengaruhnya pada diri saya. Bagaimana caranya? no idea sama sekali.

Ketika kemarin saya disuruh test tersebut, baru saya tahu bahwa FRT banyak dipakai orang sebagai test alergy. Namun dalam kasus saya, test tersebut diperlukan untuk mendukung program yang akan saya lakukan terkait dengan infertilitas.

Memang benar test tersebut adalah untuk melihat reaksi tubuh terhadap berbagai jenis makanan dan zat yang bisa memicu alergi, namun makanan tersebut tidak saya makan, tetapi berupa ekstrak yang diteteskan dikulit lengan saya. Total terdapat 21 ekstrak makanan dan 12 ekstrak zat pemicu alergen yang dicobakan pada saya.

Pertama-tama, dokter akan meminta saya untuk menyingsingkan kedua lengan baju saya sampai siku. Selanjutnya, lengan bagian dalam tangan saya dibuat 2 baris  garis garis pendek 5 cm  dengan bolpoint, demikian juga dengan lengan yang satunya.

Dokter lalu meneteskan ekstrak berbagai  makanan yang berupa cairan dengan pipet kecil dan mendorongnya ke dalam kulit saya dengan alat khusus berujung jarum. lumayan juga rasanya karena saya harus menanggung 36 tusukan ke dalam kulit lengan saya setiap kali zat makanan dan alergen diteteskan ke lengan saya bagian dalam. Karena yang 3 tetes adalah zat sebagai rujukan.

Setelah tetesan terakhir selesai, saya diminta untuk tidak menggerakkan lengan saya selama 20 menit. Setelah 20 menit berakhir zat-zat  tersebut dibersihkan dari kulit saya dan yang tersisa adalah bentolan-bentolan kecil yang selanjutnya akan diukur besarannya  satu-satu menggunakan penggaris kecil.  Angka yang diperoleh adalah negatif (-), positif 1 (+1), positif 2 (+2) dan positif 3 (+3). Keterangannya adalah sebagai berikut:

negatif (-) berarti saya boleh memakan zat makanan tersebut atau tidak terpengaruh terhadap zat alergen yang dicobakan.

positf 1 (+1) berarti  saya tidak boleh memakan zat makanan tersebut, tetapi saya boleh memakan turunannya. Contohnya, nilai saya terhadap susu sapi adalah +1, berarti saya tidak boleh minum susu sapi, tetapi saya masih boleh minum yogurt maupun makan keju.

positif 2 (+2) berarti saya tidak boleh memakan baik zatnya langsung maupun turunannya. Contohnya, saya tidak boleh makan kacang tanah maupun selai kacang.

Positif 3 (+3) berarti benar-benar BIG NO. terhadap makanan tersebut maupun turunan turunannya.

Zat makanan yang dicobakan kepada saya adalah sebagai berikut:

1. Bandeng
2. Udang
3. Kakap
4. kepiting
5. Cumi-cumi
6.Tongkol
7.Kerang
8.Putih telur
9.kuning telur
10. ayam
11. susu sapi
12.kacang tanah
13. kacang mede
14.kedelai beserta teman-temannya termasuk kacang merah dan kacang hijau
15. tomat
16.wortel
17.nanas
18. coklat
19.teh
20.kopi
21. gandum

Sedangkan ekstrak zat alergen yang ditest kan kepada saya adalah

1. Debu
2. Tungau
3. Serpihan kulit manusia
4.tepung sari rumput
5. tepung sari padi
6. tepung sari jagung
7. tepung sari jamur
8.kecoa
9.bulu kucing
10. bulu kuda
11.bulu anjing
12. bulu ayam

Intinya selain harus menjaga kebersihan, saya juga harus menghindari makanan-makanan dan cemilan-cemilan favorit saya. Mau apa pagi?! hiks. Tapi yang tak kalah beratnya selain rekomendasi hasil test, juga biaya test tersebut adalah Rp. 1.312.500 (satu juta tiga ratus dua belas ribu,lima ratus rupiah).
 (Cakung, 26 Mei 2013)