Tampilkan postingan dengan label My Days. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label My Days. Tampilkan semua postingan

Selasa, 24 Februari 2015

PENGALAMANKU MENGIKUTI PROGRAM BAYI TABUNG

Ini adalah program Bayi Tabungku yang ke-3. Yang pertama pada tahun pada tahun 2012, tidak berhasil. Yang kedua pada tahun 2014, tidak sampai proses embrio transfer karena ketika Ovum Pick Up (pengambilan sel telur)-OPU, telur yang dihasilkan 3 butir dan semuanya berisi darah. Atau istilahnya sel telurnya dimakan kista. Yang ketiga, awal tahun 2015 ini. Tidak Juga berhasil.

Kalau mau dikatakan sedih, kecewa, capai, down, tentu saja aku alami semua ketika harapan tidak sesuai kenyataan. Tapi ada yang mengatakan bahwa "manusia itu harus berusaha, sedangkan hasilnya, biarlah Allah SWT yang menentukan".

Tulisan ini sekedar sharing saja untuk pasangan-pasangan yang sedang cari informasi mengenai kemungkinan untuk program bayi tabung.

BIAYA
Biaya itu relatif...tergantung rumah sakitnya. Untuk proses bayi tabungnya saja kisarannya adalah sekitar 65-90 juta rupiah untuk rumah sakit di Jakarta pada tahun 2012-2015. Ada rumah sakit yang menerapkan sistem paket. Jadi ketika kita sudah menyatakan akan ikut program, kita langsung diminta untuk membayar seluruh biaya program. Apabila ternyata pada pelaksanaannya ada obat tambahan di luar jatah obat dalam paket, kita harus membayar harga kelebihan tersebut. Keuntungan sistem paket ini adalah kita hanya perlu mempersiapkan biaya transportasi bolak balik ke rumah sakit saja, biaya konsultasi, tindakan maupun laboratorium sudah tidak perlu lagi kita siapkan setiap kali datang.

Ada juga yang dilakukan dengan sistem per resep/kebutuhan/kedatangan/proses. Jadi setiap datang harus menyediakan uang, paling tidak untuk konsultasi ketemu dokter, USG, biaya laboratorium dan biaya obat-obatan. Meskipun kalau ditotal biaya yang dikeluarkan sama atau lebih besar dari sistem paket, tetapi kita bisa mulai jalan untuk ikut program meskipun uang yang kita punya belum sebanyak jumlah kalau ikut sistem paket.

PERSIAPAN
Sebelum mengikuti program bayi tabung, biasanya dimulai dengan konsultasi dengan dokter terlebih dahulu dan pernyataan niat untuk ikut program. Persiapan administrasi diminta untuk mengisi formulir pendaftaran program dengan melampirkan foto kopi KTP suami istri, KK dan surat nikah. Lalu kita akan diminta untuk melakukan berbagai test lab seperti untuk mengetahui nilai AMH yaitu cadangan jumlah sel telur, screening test lab TORCH dan HIV. Tujuannya untuk memastikan bahwa kita terbebas dari toxoplasma, rubela  dll dan HIV AIDS. Dalam persiapan tersebut, suami juga ditest kualitas spermanya bagaimana. Seperti biasa, untuk persiapan test sperma, dilarang campur dulu paling tidak selama 4-7 hari.

PELAKSANAAN PROGRAM
Dari pengalaman saya ikut 3x program, saya memperhatikan bahwa obat dan dosis nya tidak selalu sama, tergantung kondisi kesuburan masing-masing orang. Dalam 3x program, saya mendapatkan obat penyubur yang berbeda-beda. Pada program yang pertama, saya ingat bahwa hormon saya diturunkan dahulu sampai tingat serendah-rendahnya sebelum kemudian distimulasi dengan penyubur untuk menghasilkan folikel yang banyak. Tetapi untuk program yang ke-2 dan ke-3 saya tidak melalui proses penurunan hormon dahulu, tetapi langsung diberikan stimulasi penyubur dimulai pada  haid ke-2.

Saya akan menceritakan mengenai program bayi tabung saya yang paling akhir (ke 3) karena masih fresh di ingatan 

HARI KE 2
Permulaan program dimulai dari haid hari ke-2  dengan bertemu dokter,  USG untuk melihat jumlah folikel sel telur. Test lab untuk mengetahui hormon LH, FSH, Progesteron dan Estradiol.

HARI KE 3
Pergi ke dokter lagi karena pas hari ke 2 bukan dokterku yang periksa. USG dan langsung diputuskan untuk start program bayi tabung dengan suntikan pertama pada malam itu juga.Suntikan: Pergoveris 150 mg sebanyak 2 ampul. Injeksi 1x di perut pada jam yang sama  tempatnya dua jari di bawah pusar.Kita harus belajar untuk menyuntik diri sendiri dan mencampur obat cair karena dalam kasus saya, saya harus menyuntik setiap jam 10 malam dan sangat merepotkan kalau harus ke dokter/rumah sakit setiap malam. 

Karena ini merupakan pengalaman yang ke-3, jadi tidak perlu belajar lama untuk mengingat ingat cara menyuntik diri sendiri lagi. Bayangkan saja menyuntik melon! hehehe...tapi waktu program saya yang pertama, pada awalnya saya ke rumah sakit setiap hari pada jam yang sama untuk suntik karena belum bisa menyuntik. Selanjutnya saya dibantu dan diajari oleh teman yang telah ikut program sebelumnya dan seterusnya...memberanikan diri untuk menyuntik diri sendiri. Kadang bekas suntikan di perut pada membiru/lebam. Kadang juga sangat sakit, agaknya bila menyuntik di lokasi yang ada pembuluhnya. Menurut teori, suntikan/obat dimasukkan di bawah kulit saja, jadi seharusnya tidak terlalu susah ya...

HARI KE 4,5,6
Suntikan Pergoveris 150 mg sebanyak 2 ampul pada jam yang sama, 2 jari di bawah pusar bergantian di sebalah kini dan kanan.

HARI KE 7
Cek lab hormon  Estradiol, konsul dokter, USG. Suntik Pergoveris 150mg 2,5 ampul dan Cetrotide 1 ampul pada jam yang sama dan 2 jari di bawah pusar. Suami mulai mengkonsumsi Torex dan Tonicard untuk meningkatkan jumlah sperma.

HARI KE 8, 9, 10
Suntik Pergoveris 2.5 ampul dan Cetrotide 1 ampul pada jam sama dan tempat di bawah pusar

HARI KE 11
Cek lab Estradiol dan Progesteron.Cek Dokter, USG, suntik Pergoveris 150mg 2 ampul dan Cetrotide 1 ampul.

HARI KE 12
Suntik Pergoveris 150mg 2 ampul dan Cetrotide 1 ampul.
HARI KE 13
Cek lab Progesteron dan Estradiol , Konsul dokter, USG.  Membayar paket IVF Treatment (Ovum Pick up, Laboratorium dan Embrio Transfer)

HARI KE 14
 Suntik Pregnil 10.000 iu  2 ampul untuk pemecah telur di pantat, 12 jam sebelum OPU

HARI KE 15
Ovum Pick Up (OPU). Prosedurnya kita disuruh untuk puasa dari jam 12 malam  sehingga ketika OPU pagi-pagi, perut dalam kondisi kosong. Datang ke klinik tidak boleh memakai parfum maupun lotion, make up dan tidak memakai perhiasan.

 Prosedur yang dilaksanakan, bius total. Saat sadar, sudah berada di ruang pemulihan dengan tulisan angka di telapak tanganku, menandakan jumlah sel telur yang telah diambil. Saat itu sel telur yang berhasil dipanen ada 2 butir. Setelah beristirahat selama 2 jam, sudah boleh pulang ke rumah.

Obat-obatan yang mulai diberikan setelah tindakan OPU adalan Crinone 8% (progesteron) dimasukkan lewat vagina 1 tube tiap malam. Utrogestan 200mg dimasukkan di vagina tiap pagi dan siang. Ficiphar dan Acetra diminum sehari 1x.

HARI KE 16,17
Crinone, Ultrogestan, Ficiphar dan Acetra.
Crinone8% adalah progesteron yang berbentuk krim putih, dikemas dalam bentuk tube plastik yang memiliki seperti balon kecil disalah satu ujungnya untuk mendorong cream yang di dalamnya keluar dan masuk ke tubuh lewat vagina.
Ultrogestan adalah progesteron yang berbentuk softcapsul warna putih yang akan mencair begitu masuk ke dalam vagina.

HARI KE 18
Embrio Transfer (ET)
Datang ke kllinik dalam posisi kandung kencing penuh (disarankan membawa air minum). Sebelumnya suami istri bertemu dengan embriologys yang menjelaskan bagaimana kondisi embrio kita yang akan ditanam. Ternyata sel telur saya yang satu tidak normal sehingga yang dapat dibuahi hanya 1 saja dengan membelah 7 sel, kondisi GOOD.

Proses ET tidak memerlukan pembiuasan, jadi kita sadar 100% saat proses itu. Proses memasukkan embrio dalam  ovarium dilaksanakan dalam kondisi kandung kemih penuh dan rasanya bener-bener luar biasa, menahan keinginan untuk kencing di suasana ruangan tindakan yang super dingin. Dan ketika proses ET berlangsung, seorang asisten dokter menekankan alat USG di perut dimana kandung kencing seding penuh. luar biasa sekali rasanya....

Tapi ketika tindakan sudah selesai, ketika embrio sudah berhasil dimasukkan di dalam kandungan, kita bisa beristirahat di ruangan pemulihan selama 1 jam, sudah boleh pipis meski dengan bantuan pispot  dan diberi makanan ringan serta minuman. Setelah itu, boleh pulang dan istirahat di rumah.

HARI KE 19
Datang ke Rumah Sakit untuk mendapatkan suntikan Pregnil 15.000mg. Saya sempat bertanya ke suster nya karena setahu saya pregnyl itu suntikan pemecah telur, kenapa saya sekarang disuuntik pregnyl lagi? ternyata Pregnil 10.000 adalah untuk pemecah telur, sedangkan Pregnyl 1.500 iu adalah untuk memperkuat kandungan.

Setelah ET, tidak ada arahan untuk bed rest, diminta beraktifitas seperti biasa saja. Namun tentu saja, bukan yang berat-berat.Diminta untuk Relax, banyak berdoa dan menyerahkan semuanya pada Allah SWT. Karena upaya manusia dalam program bayi tabung ini adalah sampai ET saja, sedangkan hasilnya smeuanya diluar kemampuan manusia, begitu katanya. Berharap yang positif dan baik. 14 hari setelah ET, dijadwalkan untuk datang lagi untuk test kehamilan dan diharapkan hasil yang baik.

Menunggu adalah waktu yang sangat panjang dan menggelisahkan. Apalagi menunggu dengan dibarengi harapan yang sebesar itu. Hari ke 11 setelah ET atau hari ke 30 sejak mulai proses bayi tabung, sore itu sekitar jam 3, terdapat bercak darah di celana. Segera saya menghubungvi suster di rumah sakit dan besoknya diminta untuk test Betha HCG, test darah untuk mengetahui kehamilan. Dan setelah 5 jam kemudian, ternyata memang HCG saya sangat rendah, berarti itu adalah darah Haid.

Saat bertemu dengan dokter 2 minggu kemudian, dokter menjelaskan bahwa kemungkinan embrio saya tidak sempat menempel di dinding ovarium, karena rendahnya nilai HCG. Apabila pernah terjadi penempelan, nilai HCG pasti sudah meningkat pesat. Apa mau dikata...kecewa tetapi bukan porsi kita lagi, semua adalah misteri.

Dokter menyarankan agar tubuh saya istirahat dulu salama 2-3 bulan sebelum mulai program-program lainnya. Karena tubuh yang disuntik hormon selama beberapa waktu, perlu untuk menetralkan diri dulu. Selama masa itu, gaya hidup sehat harus dilakukan. Demikian pengalaman saya, semoga bermanfaat bagi semua. amin.









Rabu, 05 November 2014

CERITA BONEKA BONEKA MAINAN MASA KECILKU

Aku mempunyai masa kecil yang bahagia. Meskipun aku hidup di desa dan orang tuaku bukan termasuk orang yang kaya, tetapi masa kecil yang terjaga dari segala masalah dan penuh kegembiraan aku miliki dengan rasa syukur.

Kenangan -kenangan masa kecil yang bahagia merupakan modal yang sangat berharga untuk menjalani kehidupan selanjutnya. Arti sebuah mainan bagi anak kecil memang tidak dapat dinilai dari harganya tapi dari fungsinya, termasuk untuk boneka. Kenangan boneka -boneka masa kecilku adalah sebagai berikut (sayangnya aku tidak punya fotonya):

1. Boneka pencet dari karet warna kuning berbentuk gajah

Aku masih ingat memiliki boneka untuk anak umur 1-2 tahun yang apabila dipencet berbunyi cit cit itu sampai berumur cukup besar. Boneka tersebut tersebut masih dalam kondisi bagus dan aku berikan pada keponakan yang masih kecil waktu itu (lupa siapa yang aku kasih).

2. Boneka plastik bayi bule besar

Boneka plastik berbetuk bayi bule besar itu lumayan populer pada masa aku kecil. Bahkan aku memiliki foto dengan menggendong boneka tersebut. Tapi keberadaan boneka yang tangan dan kakinya bisa dicopot itu tidak aku ingat aku miliki sampai besar.

3. Boneka dari daun pisang

Ketika masa sekolah dasar, aku sering membuat boneka dari daun pisang muda yang digulung. Sebenarnya boneka tersebut bisa dibuat dengan menggunakan daun pisang yang lebih tua, tapi hasilnya akan lebih bagus kalau menggunakan daun pisang muda (pucuk) yang masih berwarna kuning. Cara membuatnya sangat sederhana:
a. selembar daun pisang digulung (semakin besar gulungannya semakin baik)
b.pada bagian tengah gulungan tersebut diikat dengan seutas tali dari pelepah pohon pisang
c. bagian gulungan sebelah atas satu demi satu disobek sobek menggunakan peniti sampai habis dan berfungsi sebagai rambut. Semakin muda daun pisangnya, maka rambut boneka yang dihasilkan akan semakin lembut dan lama kelamaan menjadi keriting
d. selesai dan boneka anak wanita berambut ikal panjang telah siap sebagai mainan.

4. Boneka Panda warna merah

Boneka berbentuk Panda dari kain flanel warna merah yang diisi kain perca dan busa tersebut aku dapatkan setelah pulang dari operasi amandel di RS. Dokter Kariadi Semarang. Di beli di pasar Johar  Semarang untuk  menghibur diriku yang habis menjalani operasi. Waktu itu aku sudah kelas 4 Sekolah Dasar.

5. Boneka bantal

Boneka bantal adalah bantal biasa yang dipakaikan baju. Bantal yang berbaju tersebut sering aku bawa main ke tetangga sebelah, dipeluk peluk. Senang sekali rasanya memiliki boneka bantal seperti itu.

6. Boneka berbetuk burung merpati dan gadis kecil dari Sempe

Sempe adalah makanan dari tepung yang dipres dan diberi warna, mirip kerupuk tipis.  Yang sekarang masih sering aku temui dia berbetuk lembaran tipis bulat warna merah dan digunakan untuk menjepit arum manis (rambut nenek). manisan yang mirip rambut terbuat dari gula putih. Jaman aku kecil dulu, sempe tersebut berbentuk seperti boneka gadis kecil, burung atau pistol dan bisa dimakan.

7. Gulali tiup berbentuk gadis kecil

Siapa yang tidak kenal dengan gulalli? makanan manis terbuat dari gula tersebut memang sangat populer jaman aku kecil. Gulali yang biasanya berfungsi seperti permen yang ditusuk tusukan lidi bambu dapat dibentuk/dicetak menjadi boneka anak perempuan kecil. Caranya cukup sederhana, dengan mengambil secubit adonan gulali, terus dimasukkan dalam cetakan berbentuk gadis kecil, terus ditutup dan ditiup, sambil dipanasi. Gulali tersebut akan berasa manis agak pahit dan renyah. Dulu kalau makan gulali itu, digodain kakak -kakak sepupu karena cara pembuannya yang ditiup dan bisa dimakan, berarti nafas si abang penjual gulali ada di dalam makanan manis tersebut. Biasanya penjual gulali itu menjajakan dagangannya ketika terdapat keramaian seperti pertunjukan wayang kulit.


Tidak banyak ternyata boneka yang aku miliki dan aku tahu  ketika kecil, ternyata. Boneka beruang merahku itu malah masih ada sampai aku lulus kuliah dulu, aku bawa kost untuk menemaniku belajar di Semarang. Tapi sekali lagi, jumlah bonekaku tidak mempengaruhi keasikanku untuk bermain di masa kecil. Karena jaman dulu, banyak sekali permainan anak-anak kecil yang dapat aku mainkan dengan teman-teman di halaman rumah. Bahagianya masa kecil.(Jakarta, 6 Nopember 2014.)



Rabu, 03 September 2014

LAPARASKOPI: SEBUAH IKTIYAR

Laparaskopi adalah operasi untuk melihat ke dalam perut manusia dengan menggunakan alat tanpa pembedahan besar  atau disebut juga dengan minimal invansive surgery. Operasi tersebut dilakukan dengan melakukan sayatan kecil di 4 (empat) titik di perut guna memasukkan peralatan robotik dimana seluruh aktifitas operasi dilakukan dengan melihat layar . Operasi ini berbeda dengan operasi laparatomi yang saya lakukan pada tahun 2012, dimana pada waktu itu, perut saya dibuka secara manual. Pilihan operasi harus laparatomi maupun laparaskopi, ditentukan oleh dokter dengan melihat kasus dari penyakit yang harus ditangani.


Pada hari Sabtu tanggal 30 Agustus 2014 yang lalu saya melakukan operasi Laparaskopi karena kista indung telur sebesar 4 cm di indung telur sebelah kiri yang harus diangkat. Sebenarnya kista sebesar 4 cm tersebut adalah sisa dari operasi pada tahun 2012 dimana saat itu dilakukan pengangkatan kista saya yang berdiameter 20 cm. Dokter sengaja menyisakan kista di perut saya karena pada waktu itu tidak mau mengangkat indung telur saya sebelah kiri.

Keberadaan kista sebesar 4 cm tersebut pernah ditest dengan CA 125 (tumor marker) dan tidak menunjukkan keganasan yang membahayakan, sehingga dokter bersedia untuk melakukan program-program lanjutan untuk mendapatkan keturunan (bayi tabung).

Namun ketika habis lebaran kemarin saya menjalani program bayi tabung, ternyata setelah dilakukan ovum pick up (pengambilan sel telur), diperoleh 3 sel telur yang berisi cairan darah. Jadi sel telur tersebut termakan kista. Meskipun pada saat OPU tersebut, kista telah disedot isinya oleh dokter untuk dilakukan pengujian, pada waktu haid berikutnya, kista tersebut telah kembali membesar kembali ke ukuran normal. Dokter menggambarkan bahwa kista seperti balon berisi air. biarpun airnya sudah disedot, dia akan segera kembali lagi terisi saat siklus haid datang. So, keputusannya adalah operasi kista! sebelum melanjutkan program berikutnya.

Meskipun ini  adalah operasi kali kedua saya, tetap saja, yang namanya operasi selalu membuat hati GALAU. Dan sebagai akibatnya, saya yang selama ini cenderung bertensi rendah, dengan tiba tiba melonjak 140/102. Meskipun sebelum operasi akhirnya turun menjadi 120/70 sehingga saya tidak perlu bertemu dengan dokter ahli penyakit dalam, tetapi konon kata dokter, selama operasi berlangsung, tensi saya tidak stabil, naik turun, sehingga membahayakan. Sedikit banyak berat badan saya yang selama 2 tahun ini meningkat dengan drastis juga menjadi salah satu alasan ketidak seimbangan tekanan darah saya.

Well, ternyata dokter mendapati indung telur sebelah kiri saya sudah infeksi parah dan abses. Melihat kondisinya, berarti infeksi ini  ada di perut saya sudah cukup lama, sekitar 2 tahunan. Dan selalu dokter merasa aneh karena saya tidak pernah mengeluh kesakitan ketika menstruasi datang, melihat kondisi saya. Namun saya akui sih, akhir-akhir ini di indung telur sebelah kiri saya merasa agak senut senut, namun itu juga setelah tahu saya akan dioperasi. Akhirnya, demi menjaga kesehatan indung telur sebelah kanan yang alhamdulillah masih sehat, agar tidak tertular, saya harus merelakan indung telur kiri saya diangkat.

Sedih juga, saya merasa sebagai wanita, tidak lagi sempurna karena hanya memiliki satu indung telur. Namun, daripada memiliki 2 indung telur dengan 1 yang sakit, lebih baik punya 1 tapi sehat. Semoga yang satu ini dapat memberikan saya sel sel telur yang sehat dan banyak.amin.

Setelah operasi, jam 1 an siang saya kembali ke kamar perawatan. Lumayan juga operasi yang saya jalani, karena saya dijadwalkan operasi jam 5 pagi. Hari minggu siang, dokter visit dan menceritakan kondisi saya disertai saran untuk menurunkan  berat badan, serta memperbolehkan pulang, dengan pesan supaya saya banyak jalan. Ternyata selain pengangkatan indung telur kiri saya, kemarin itu dokter menemukan polip di rahim saya dan miom di mulut rahim saya dimana keduanya sudah dibersihkan sekalian, alhamdulillah.

 Cukup 2 malam saja paket laparaskopi ini, saya check in hari jumat sore, check out minggu siang sebelum jam 12 siang. Tentu saja lebih baik istirahat di rumah saja, karena tidak perlu memperpanjang bayar kamar. Dokter memberikan saya 3 jenis obat satu untuk antibiotik (oral), satu untuk nyeri (oral) dan 1 obat anal. Setelah operasi maupun di rumah, saya sudah boleh mandi guyur seperti biasa karena plester untuk 4 bekas luka saya adalah anti air. Namun sampai hari ini saya masih memakai pembalut karena masih adaanya sisa sisa darah dari operasi tersebut.

Dari bekas operasi, saya tidak merasakan sakit apa apa meskipun di dalam perut saya masih ada luka luka. Yang saya rasakan  seperti orang masuk angin, badan tidak merasa enak dan berkeringat dingin banyak. Mungkin sebagai akibat ruang operasi yang sangat dingin dan juga seperti kepengin muntah. Dua rasa itu tentu saja lama kelamaan menghilang dengan sendirinya.

Begitulah cerita operasi kedua yang saya jalani karena kista endometriosis. Meski apapun yang terjadi, saya harus terus beriktiyar dan berusaha. Menyerahkan semuanya pada Allah SWT dan bertawakal. (Salemba, 3 September 2014)






Sabtu, 25 Mei 2013

MENJALANI FOOD RESPONSE TEST (FRT)



Mungkin banyak orang yang belum tahu apa itu Food Response Test  atau yang disingkat dengan FRT. Kalau tidak disuruh oleh dokter untuk melakukam test tersebut, saya juga tidak tahu apa-apa mengenai test tersebut. Bahkan ketika saya cari di internet, tidak begitu banyak penjelasan yang saya dapat. Yang ada dalam benak saya ketika mendaftarkan diri untuk test tersebut, saya akan disuruh untuk makan berbagai jenis makanan dan melihat pengaruhnya pada diri saya. Bagaimana caranya? no idea sama sekali.

Ketika kemarin saya disuruh test tersebut, baru saya tahu bahwa FRT banyak dipakai orang sebagai test alergy. Namun dalam kasus saya, test tersebut diperlukan untuk mendukung program yang akan saya lakukan terkait dengan infertilitas.

Memang benar test tersebut adalah untuk melihat reaksi tubuh terhadap berbagai jenis makanan dan zat yang bisa memicu alergi, namun makanan tersebut tidak saya makan, tetapi berupa ekstrak yang diteteskan dikulit lengan saya. Total terdapat 21 ekstrak makanan dan 12 ekstrak zat pemicu alergen yang dicobakan pada saya.

Pertama-tama, dokter akan meminta saya untuk menyingsingkan kedua lengan baju saya sampai siku. Selanjutnya, lengan bagian dalam tangan saya dibuat 2 baris  garis garis pendek 5 cm  dengan bolpoint, demikian juga dengan lengan yang satunya.

Dokter lalu meneteskan ekstrak berbagai  makanan yang berupa cairan dengan pipet kecil dan mendorongnya ke dalam kulit saya dengan alat khusus berujung jarum. lumayan juga rasanya karena saya harus menanggung 36 tusukan ke dalam kulit lengan saya setiap kali zat makanan dan alergen diteteskan ke lengan saya bagian dalam. Karena yang 3 tetes adalah zat sebagai rujukan.

Setelah tetesan terakhir selesai, saya diminta untuk tidak menggerakkan lengan saya selama 20 menit. Setelah 20 menit berakhir zat-zat  tersebut dibersihkan dari kulit saya dan yang tersisa adalah bentolan-bentolan kecil yang selanjutnya akan diukur besarannya  satu-satu menggunakan penggaris kecil.  Angka yang diperoleh adalah negatif (-), positif 1 (+1), positif 2 (+2) dan positif 3 (+3). Keterangannya adalah sebagai berikut:

negatif (-) berarti saya boleh memakan zat makanan tersebut atau tidak terpengaruh terhadap zat alergen yang dicobakan.

positf 1 (+1) berarti  saya tidak boleh memakan zat makanan tersebut, tetapi saya boleh memakan turunannya. Contohnya, nilai saya terhadap susu sapi adalah +1, berarti saya tidak boleh minum susu sapi, tetapi saya masih boleh minum yogurt maupun makan keju.

positif 2 (+2) berarti saya tidak boleh memakan baik zatnya langsung maupun turunannya. Contohnya, saya tidak boleh makan kacang tanah maupun selai kacang.

Positif 3 (+3) berarti benar-benar BIG NO. terhadap makanan tersebut maupun turunan turunannya.

Zat makanan yang dicobakan kepada saya adalah sebagai berikut:

1. Bandeng
2. Udang
3. Kakap
4. kepiting
5. Cumi-cumi
6.Tongkol
7.Kerang
8.Putih telur
9.kuning telur
10. ayam
11. susu sapi
12.kacang tanah
13. kacang mede
14.kedelai beserta teman-temannya termasuk kacang merah dan kacang hijau
15. tomat
16.wortel
17.nanas
18. coklat
19.teh
20.kopi
21. gandum

Sedangkan ekstrak zat alergen yang ditest kan kepada saya adalah

1. Debu
2. Tungau
3. Serpihan kulit manusia
4.tepung sari rumput
5. tepung sari padi
6. tepung sari jagung
7. tepung sari jamur
8.kecoa
9.bulu kucing
10. bulu kuda
11.bulu anjing
12. bulu ayam

Intinya selain harus menjaga kebersihan, saya juga harus menghindari makanan-makanan dan cemilan-cemilan favorit saya. Mau apa pagi?! hiks. Tapi yang tak kalah beratnya selain rekomendasi hasil test, juga biaya test tersebut adalah Rp. 1.312.500 (satu juta tiga ratus dua belas ribu,lima ratus rupiah).
 (Cakung, 26 Mei 2013)





Senin, 10 Desember 2012

merubah sudut pandang

pagi Jakarta, pagi Indonesia......

Hari ini aku menyapamu dari suasana kantorku yang masih senyap. Aku ingin bicara tentang topik sudut pandang. Bagaimana sebuah kehidupan akan terasa lain, hanya dengan merubah sudut pandang kita melihat setiap persoalan. Namun tentu saja hal tersebut tidak mudah, karena setiap manusia mempunyai sifat keegoisan yang tinggi. Mereka selalu memusatkan segala sesuatu pada dirinya saja. Jadi sudut pandang yang diambil selalu sudut pandang orang pertama, Aku! segala peristiwa selalu dikaitkan dengan bagaimana peristiwa tersebut dapat menguntungkanku, tidak merugikanku.Kata orang, manusiawi.

Tapi dengan pusat keegoan tersebut, kadang manusia sangat menderita. Terutama pada saaat keinginannya tidak sesuai dengan kenyataan yang diharapkannya. Lalu biasanya ia mulai mencari orang lain untuk disalahkan, atau situasi untuk disalahkan. Sekali lagi, untuk mempertahankan keakuannya yang terluka karena kekecewaan. Tetap saja, fokusnya adalah keakuannya.

Namun, pernahkan kita menemukan bahwa merubah sudut pandang dari aku menjadi kita atau melihat sesuatu dari kaca mata orang lain, akan lebih membuat kita mampu melihat bahwa dunia ini ternyata sangatlah luas, dan mempunyai berbagai kemungkinan. Cara pandang yang berbeda juga akan membuat kita mampu memahami orang lain dan memaafkannya dengan penuh kasih sayang, apabila dia menyakiti kita. Sebuah kebijaksanaan selalu memerlukan sudut pandang yang meninggalkan keakuan.(medan merdeka barat, 11 desember 2012)




Rabu, 31 Oktober 2012

Busway Oh Busway

Sebagai pengguna angkutan umum, busway merupakan jenis angkutan yang menjadi pilihan saya ketika harus pulang pergi ke kantor. Biasanya saya menggunakan busway dari terminal Pulogadung turun di  halte Monumen Nasional. Kalau saya sedang beruntung, saya bisa mendapatkan busway yang jurusan Pulogadung-Bundaran Senayan. Dengan naik busway jurusan ini, saya tinggal duduk manis dari Pulogadung sampai tujuan saya di seputaran Monas. Namun sayangnya, busway jurusan ini konon hanya berjumlah 6 (enam) ekor saja. Sehingga, saya sering kehabisan busway edisi terbatas ini dan harus naik busway jurusan Harmoni. Kalau naik busway jurusan harmoni, saya harus turun di halte harmoni dan antri kembali untuk mendapatkan busway jurusan KOta-Blok M yang melewati halte Monas. Sebenarnya halte MOnas adalah halte setelah halte Harmoni, jadi cukup dekat. Namun mengingat banyaknya orang yang kerja di kantor-kantor sepanjang jalan Thanmrin dan Sudirman, maka mau tidak mau...saya harus antri menunggu lumayan panjang untuk mendapatkan busway rute ini. Untunglah rute Blok M-Kota merupakan rute pioneer yang selain banyak peminat, juga dilayani oleh armada yang cukup banyak, sehingga walaupun antrain panjang, kita tidak harus menunggu lama.
Kembali ke busway yang berangkat dari terminal Pulogadung, dimana setiap hari saya naiki. JUmlah Busway jurusan Bundaran Senayan yang hanya 6 ekor itu berangkat dari terminal Pulo Gadung pada range jam 7-8 pagi. Namun tepatnya jam berapa saja mereka jalan, tidak ada waktu yang pasti. Saya pernah sampai terminal sebelum jam 7 pagi, namun busway jurusan Bunsen (Bundaran Senayan) pertama nonggpl pukul 7.30 pagi. Saya juga pernah sampai treminal jam 7.30 pagi, eeh..katanya busway Bunsen sudah jalan semua, habis. Tapi saya juga pernah datang pukul 7.45 namun masih beruntung mendapatkan busway Bunsen terakhir, alhamdulillah.

Saya kadang iseng memperhatikan bahwa penumpang busway pada pagi hari  itu ternyata berbeda penampilannya pada jam pemberangkatan yang berbeda. Pukul 7-8 pagi didominasi oleh mbak mbak para pekerja kantoran yang kebanyakan beraktifitas di sekitar Sudirman Thamrin. So...baju rapi cenderung modis, wangi dan cantik memenuhi busway jam tersebut. Namun apabila waktu sudah menunjukkan pukul 8 ke atas, penumpang busway dari Pulogadung mulai dinaiki oleh para pekerja sektor informal dengan penampilan yang tentu berbeda dengan range waktu sebelumnya, meski pada saat itu masih ada saja pekerja kantoran, namun tidak terlalu banyak, karena waktu yang sudah siang.

Busway Pulogadung memiliki beberapa pramudi(sopir) perempuan. Saya
mengagumi para mbak-mbak yang memilih profesi ini. Mereka adalah wanita yang beraktifitas di profesi yang  biasanya menjadi domain para lelaki. Wanita cantik yang membawa bus besar berisikan puluhan nyawa manusia dengan baik dan selamat, menurut saya adalah "sangat sexy".

Space khusus untuk perempuan di separo badan bus bagian depan merupakan salah satu alasan mengapa banyak wanita menjatuhkan pilihan favorit kepada busway dalam menuju tempat aktifitasnya. Rasa aman merupakan faktor penting bagi wanita pengguna transportasi umum. Tentu saja, meskipun harus berdesakan berdiri, para wanita tidak terlalu kawatir adanya copet mengincar bawaanya atau adanya para pengamen yang separo mengancam sebagaimana di bus angkutan umum lainnya.

Namun, cerita indah mengenai busway akan berubah total saat saya pulang kantor di sore hari. Dengan tubuh capai setelah  seharian bekerja di kantor, saya harus antri lumayan lama di halte Monas menunggu busway yang akan mengantar saya ke Pulogadung. Sekmen penumpang yang tercampur di sore hari membuat antrian busway yang cukup panjang menyesaki halte Monas. Kadang saya harus berdiri berdesakan sekitar 1(satu) jam untuk menunggu busway. Biasanya busway yang mencapai halte monas selalu dalma kondisi sudah penuh sesak, sehingga hanya dapat mengangkut dua atau tiga orang penumpang tambahan saja. 

Kami terkadang iri dengan penumpang di sebelah yang menuju blok M. Busway ke Blok M lebih banyak 7x lipat dibanding Pulogadung. 7x busway jurusan Blok M datang, hanya sekali busway Pulogadung lewat, itupun dengan kondisi sudah penuh sesak. So...andaikan bisa terbawa masuk, biasanya kami harus bersiap untuk menambah jam berdiri dan berdesakan kami lagi. Kalau saya beruntung, saya kadang bisa dqapat tempat duduk satu halte sebelum pulogadung. Kalau tidak beruntung ya..berdiri sepanjang jalan sampai Pulogadung.

Kadang saya merasa bahwa faktor keberuntungan saya hari itu berkaitan erat dengan busway. Kadang saya merasa sangat gembira karena beruntung mendapatkan busway saat saya baru tiba di terminal pulogadung, apalagi kalau dapat tempat duduk. Namun kadang saya juga harus rela untuk menunggu lebih dari 30 menit untuk menunggu busway datang.

Namun apapun cerita saya mengenai busway, saya memang tidak mempunyai pilihan lain selain menerimanya, karena busway adalah moda transportasi umum yang murah dan aman yang akan membawa saya ke tempat tujuan saya.  Cerita saya adalah cerita yang sama dengan ribuan pengguna busway lainnya. Saya hanya berharap bahwa manajemen Trans Jakarta dapat meningkatkan pelayanannya kepada para penumpang. Khususnya adalah menambah jumlah armada yang beroperasi pada jam-jam sibuk orang pulang kantor di sore hari. Sehingga penumpang yang kebanyakan harus mengambil angkutan lain sebelum sampai rumah, dapat segera bertemu dengan keluarganya kembali dengan aman dan selamat. (cakung, 1 nopember 2012)






Selasa, 24 Juli 2012

Menyaksikan Sendratari Ramayana









Hari Kamis tanggal 19 Juli 2012, saya berkesempatan untuk menyaksikan Sendratari Ramayana di Open Air Theater, Candi Prambanan. Pertunjukan yang berlangsung selama 2 jam tersebut cukup menarik dan mendapatkan penonton yang lumayan banyak (lebih dari 50% kursi terisi). Sebagian besar penontonnya adalah turis-turis asing yang datang bersama dengan pemandu wisatanya. Agaknya menonton sendratari tersebut merupakan salah satu paket wisata yang ditawarkan oleh agen perjalanan di Yogyakarta. Biasanya menonton sendratari tersebut satu paket dengan santap malam sebelum pertunjukan di Prambanan Garden Restoran yang terletak di dalam komplek teater terbuka candi prambanan tersebut. Dengan latar belakang pemandagan Candi Prambanan, para pengunjung disajikan berbagai masakan tradisional jawa dengan iringan musik jawa melalui kaset.

Pertunjukan yang dimulai pukul 19.30 WIB tersebut memiliki berbagai kelas dengan kelas tertinggi yaitu VIP Class seharga Rp. 300.000, selanjutnya diikuti dengan beberapa kelas di bawahnya. Untuk penonton kelas VIP, bangku beton permanen dilengkapi dengan kursi sofa tipis. Selain lokasinya yang terdepan, penonton VIP juga akan menerima sovenir dalam tas kertas berisi patung tokoh dalam sendratari tersebut. Pada saat break time, penonton VIP juga akan disajikan kopi dan teh serta makanan kecil. Break time biasanya dilaksanakan setelah 1.5 jam pertunjukan, setelah adegan anoman membakar Alengka. Pertunjukan akan diteruskan 30 menit lagi sebelum penutup.

Sebenarnya, keinginan untuk menonton Sendratari Ramayana tersebut sudah ada sejak saya masih kuliah di Semarang, hampir 18 tahun yang lalu Namun saat itu pertunjukan hanya berlangsung saat bulan purnama saja, sehingga untuk dapat menyaksikannya, harus menyempatkan diri datang ke Yogyakarta pada waktu bulan purnama. Namun ternyata saat ini pertunjukan sendratari ramayana tersebut telah mempunyai jadwal yang tetap setiap bulannya seminggu 3x. Untuk pertunjukan di Open Air Theater, dilaksanakan pada bulan Mei-Oktober. Sedangkan pada bulan Januari-April dan November-Desember pertunjukan dilaksanakan di Trimurti Teater yang berada di Komplek yang sama, namun tertutup, mengingat pada bulan-bulan tersebut biasanya musim penghujan. Bagi turis-turis asing, disediakan sinopsis cerita dalam berbagai bahasa antara lain: Inggris, Jepang, Cina, Belanda, Jerman dll.

Cerita dimulai ketika Rama beserta istrinya Shinta dan ditemani oleh Laksmana dibuang ke hutan. Di hutan, Shinta tergoda dengan kelincahan Kijang emas yang merupakan penjelmaan rahwana. Karena ingin memenuhi permintaan istrinya, Rama yang disusul oleh Laksmana berusaha untuk menangkap kijang tersebut, namun ketika pulang mendapati Shinta sudah hilang. Dalam upaya untuk merebut Shinta dari tangan Rahwana, Rama dan Laksmana dibantu oleh anoman dan pasukan kera, serta garuda yang melihat Shinta diculik Rahwana. Ketika Shinta telah dapat direbut kembali oleh Rama, unutk membuktikan kesuciannya , Shinta melakukan bakar diri dan api tidak dapat membakarnya. Akhirnya Rama dan Shinta hidup bahagia selamanya.



Senin, 18 Juni 2012

Burung Bangau

Pagi ini, saya melihat burung bangau, terbang sendiri di langit atas rumahku. Sebagai orang yang hidup di wilayah bernama Jakarta, melihat burung bangau terbang melintas adalah hal yang sangat langka tentunya. Bentuk anggunnya segera dapat dikenali ketika dia melintas langit. Tak lama kemudian, sekelompok burung yang sama saya lihat melintas juga di langit. Kali ini berjumlah 5 ekor. Bahagianya melihat burung-burung itu kembali setelah sekian lama.

Hal ini terkait dengan pengalaman masa kecil saya yang pernah lihat burung bangau tong-tong untuk yang pertama kalinya di sawah kami. Saat itu saya masih kecil dan diajak bapak menengok sawah kami yang jauuuuh sekali dari rumah. Sepetak kecil sawah tersebut memang selalu ditanami padi karena irigasi yang lumayan bagus di daerah tersebut. Saat itulah saya melihat burung bangau tong-tong sedang mengangkat salah satu kakinya. Melihat burung yang berukuran lumayan besar berwarna putih itu di habitat liarnya, memang memberikan kesan tersendiri buat saya, kala itu dan sampai sekarang.

Setelah hampir 30 tahun berlalu, saya kembali melihat burung itu melintas di habitat liar. Kenangan tentang indahnya masa kecil bersama Bapak kembali datang. Itulah yang kemudian memberikan kebahagiaan tersendiri bagi saya pagi ini. Saya rasa, kenangan masa kecil merupakan fondasi kuat untuk kebahagiaan kehidupan masa -masa datang. Hal yang bagi orang lain biasa, bisa menjadi luar biasa bagi orang lainnya, karena adanya pengalaman yang mendasarinya melihat suatu peristiwa dan suatu benda. Seperti kejadian saya pagi ini melihat burung bangau terbang. 

Sabtu, 16 Juni 2012

Bersyukur: Pengalaman Operasi Kista Endometrium


Hari ini saya ingin menuliskan rasa syukur saya atas karuniaNya yang luar biasa kepada saya. Juga atas dukungan dan kasih sayang yang saya peroleh dari semua pihak atas apa yang saya alami saat ini. What's up with u Dyah? ya, karena saya baru saja mengalami hal yang sangat berat dalam kehidupan saya, "operasi".

Hari ini saya masih di rumah sakit, menjalani perawatan penyembuhan atas operasi yang saya alami. Operasi penghilangan kista endometrium yang saya punya yang saya lakukan pada tanggal 11 Juni 2012 kemarin. Keputusan untuk melakukan operasi ini mau tidak mau harus saya ambil, karena sejak bulan Desember 2011, saya mengalami hari-hari yang sangat berat ketika mengalami periode menstruasi. Dyah yang setiap harinya berjalan dengan cepat dan gagah, harus menjadi dyah yang sangat hati-hati menggerakkan satu persatu kakinya. Yang saya rasakan, tidak dapat tergambarkan. Selain perut yang sangat sakit dan kaki yanng sangat pegal, sepertinya isi di dalam perut saya terlepas satu persatu dari tempatnya. Kadang ketika di kantor, saya suka diam-diam menyelinap di ruangan pimpinan saya untuk sekedar duduk di sofa tamu, menyelonjorkan kaki barang sejanak, ketika masa menstruasi datang.

Sebenarnya saya sudah dijadwalkan untuk operasi kista ini pada awal bulan Pebruari 2012 oleh dokter. Tapi selalu saja saya merasa tidak siap untuk melakukan tindakan itu. Saya masih berharap bahwa kista itu akan hilang dengan sendirinya ketika saya meminum berbagai ramuan atau obat herbal yang mengklaim dirinya dapat menghilangkan kista.

Keputusan untuk segera menghilangkan kista ini adalah saat saya melakukan perjalanan dinas ke luar negeri pada awal bulan Mei 2012 dan saya mendapatkan menstruasi yang lebih awal dari jadwal seharusnya. Jadi selama menempuh penerbangan yang panjang dan berbagai aktifitasnya, saya berjuang untuk menahan rasa sakit yang amat sangat. Jadi ketika saya mendarat di Jakarta dan dijemput oleh suami saya, kalimat pertama yang saya keluarkan adalah "mas, saya mau operasi saja!'

Akhirnya saya kembali ke dokter saya dan menyatakan diri siap untuk dioperasi. Selama kehidupan saya, ini adalah pengalaman ketiga saya masuk rumah sakit. Pertama ketika kelas 4 SD, saya harus dioperasi amandel di rumah sakit Dr. Karyadi Semarang. Kedua pada tahun 2011, ketika saya harus mondok seminggu di rumah sakit Budhi Jaya di Jakarta karena keguguran. Dan sekarang, pada bulan Juni 2012 ini, karena operasi kista endometrium.

Sebenarnya keberadaan kista di perut saya sudah terdeteksi sejak tahun 2001, tak lama setelah saya keguguran. Namun kepastian keberadaannya diketahui pada tahun 2005, waktu itu dinyatakan kista saya berdiameter 4 cm dan berada di indung telur bagian kanan. Pilihan yang diberikan dokter waktu itu ada 2, pertama untuk operasi, kedua adalah dengan memberikan obat untuk menghentikan menstruasi dengan harapan bahwa kista akan mengecil dengan sendirinya.

Saya memang sering berpindah pindah dokter kandungan. Setiap ada saran dari teman dan saudara tentang dokter yang direkomendasikan bagus untuk menolong orang yang belum punya keturunan seperti saya, saya datangi. Dan setiap USG, smua dokter sebenarnya berkata hal yang sama, bahwa saya memiliki kista endometriosis di bagian kanan indung telor saya, walaupun untuk ukuran berbeda beda. Segala prosedur penanganan infertilitas sudah saya coba, termasuk inseminasi. Pada awal tahun 2012, saya memutuskan untuk memulai program bayi tabung, mengingat usia saya yang sudah diambang batas, dengan usia perkawinan 13.5 tahun.

Namun lagi-lagi dokter menemukan hal yang sama di perut saya, dan untuk memulai program, saya harus menjalani operasi dahulu, waktu itu kista saya terdeteksi berdiameter 8 cm. Ketika saya dirujuk ke dokter yang menangani saya sekarang ini, kista saya diukur 7.5 cm di awal tahun 2012. Ketika bulan Juni 2012 saya kembali lagi ke dokter dan siap utuk operasi, ditemukan hal baru mengenai kondisi saya, dikatakan kista saya 7.5 cm di INDUNG TELUR BAGIAN KIRI dan 3.5 cm di indunng telur BAGIAN KANAN!

Tentu saja saya sangat terkejut, karena dari tahun 2005 saya mengetahui memiliki kista, dia berada di bagian kanan, bukan kiri. Indung telur bagian kiri saya selama ini saya pikir bersih, dan dari indung telur yang kiri inilah saya berharap akan mengeluarkan telur-telur yang sehat untuk memberikan saya bayi yang saya tunggu-tunggu selama ini. Akhirnya saya diminta untuk USG di RSCM, hasilnya lebih mengejutkan lagi, bahwa ternyata kista saya berdiameter 11 cm dan berada di sebelah kanan! di kiri ada, 3.5 cm.

 Saya pernah menanyakan kepada dokter yang mengUSG saya di RSCM, kenapa kok kista bisa berubah-ubah lokasi. Dikatakan bahwa kadang sudut pengambilan ketika USG bisa mempengaruhi lokasi. Tapi lokasi di kanan maupun kiri tidaklah penting, "yang penting, ibu punya kista 2 buah!". Sebagai orang awam, terus terang saya tidak dapat membaca hasil USG yang ditunjukkan kepada saya, menurut saya, bagian yang ditunjukkan sebagai kista, warnanya tidak begitu beda dengan lingkungan sekitarnya. Jadi saya menyerahkan saja semuanya "pada ahlinya" ketika mendeteksi isi perut saya ini.

PERSIAPAN OPERASI

Akhirnya pada hari minggu tanggal 10 Juni 2012 sore, saya dengan diantar suami dan saudara saudara pergi ke rumah sakit ibu dan anak yang kebetulan lokasinya tidak jauh dari rumah saya untuk persiapan operasi yang dijadwalkan dilakukan pada pukul 6 pagi keesok harinya. Mulai malam minggu, saya sudah diminta untuk meminum 2 tablet obat pencahar, dan diminta untuk PUASA BICARA. Jadi ketika malam itu, adik saya dan anaknya beserta suami, ibu mertua dan pembantunya datang dari Purwokerto, saya hanya bisa menyapa dengan bahasa isyarat. Demikian juga ketika 2 Bulik saya datang dari Kudus tidak lama kemudian, saya tidak dapat bicara menyatakan kegembiraan dan rasa terima kasih saya atas kedatangan mereka mereka yang khusus mendukung saya dalam melaksanakan operasi ini.

Dukungan keluarga ini merupakan hal yang diluar dugaan saya yang sangat saya syukuri dalam saya melaksanakan operasi ini. Tanpa mereka, saya tidak akan dapat setabah ini dan setenang ini menjalaninya. Bahkan Adik kandung bapak saya yang sudah berusia 77 tahun pun beserta istrinya mengkhususan diri datang dari Batang Jawa Tengah, untuk menunggui operasi saya. Rasa syukur dan terima kasih yang tak terhingga saya ucapkan atas smua dukungan ini. Belum lagi bulik, kakak dan saudara saudara lain yang mengirimkan SMS dukungan karena tidak dapat datang ke Jakarta. Maupun doa-doa yang dikirimkan khusus kepada saya melalui berbagai forum pengajian maupun pertemuan keluarga agar operasi saya ini berjalan lancar. Alhamdulillah rasa syukur yang tidak terkira saya ucapkan sekali lagi.


Minggu malam ketika saya sudah mempersiapkan diri untuk operasi Laparskopi, saya kembali diberi sebotol obat pencahar yang harus saya minum. Pukul 2 pagi, smua isi perut saya keluar dengan lancarnya karena sejak hari minggu saya membatasi asupan makanan saya dengan bubur saja. Namun untuk memastikannya, pada jam 2 malam itu, suster rumah sakit kembali memberikan 2 botol obat pencahar yang dimasukkan lewat dubur. Aduuh, rasa mulas yang amat sangat saya rasakan, tidak lama setelah 2 botol obat pencahar tersebut masuk perut saya. Permintaan untuk menahan rasa mulas selama 10-15 menit tidak saya patuhi, saya hanya bertahan 2 menit sebelum kembali lari ke kamar mandi. Benar-benar luar biasa mulas!.

Pukul 5 pagi, saya dibangunkan oleh suster untuk mandi dan diberi baju operasi, yang ternyata berupa  baju daster batik berwarna coklat! Tidak saya sangka bahwa baju operasi saya adalah baju batik! he he he, sangat cinta Indonesia. Kedua bulik saya yang menemani saya tidur di rumah sakit menyarankan saya untuk keramas sekalian, karena tidak tahu kapan akan ada kesempatan untuk kembali keramas setelah operasi. Lagipula menyirami kepala dengan air pada dini hari paling tidak memberikan semangat dan kesegaran tersendiri. Pada waktu saya masuk ke kamar persiapan operasi, suami dan keluar yang lain satu-satu memberikan dukungan kepada saya dan mendoakan agar semuanya berjalan lancar, termasuk keponakan saya yang berusia 2 tahun 1 bulan, Shifa.

Selama di ruang perawatan sebelum operasi, saya diinterview mengenai riwayat penyakit saya, sekaligus menjelaskan apa yang akan saya alami selama operasi dan sesudahnya. Prosedur laparaskopi dijelaskan bahwa dalam perut saya akan dimasukkan udara untuk mempermudah alat laparaskopi bergerak. Saya juga diberitahu bahwa saya akan ditahan di ruang pemulihan selama 4 jam setelah operasi. Saya juga akan Selanjutnya setelah semua dinyatakan siap, saya dipersilahkan untuk naik ke meja operasi dan disuntikkan obat bius melalui saluran infus.

Pada saat saya tersadar pukul 13.30 WIB, saya merasa seperti baru bangun tidur siang saja. Saat saya diminta pindah ke tempat tidur dorong yang akan membawa ke kamar perawatan, saya baru tahu bahwa saya itu baru saja di Laparatomi, bukan di Laparaskopi! Tentu saja saya agak bingung dengan kenyataan tersebut. Nggak salah nih?!

PASKA OPERASI

Ketika saya sdh memasuki ruangan perawatan, saya segera mendapati teman-teman kantor dan saudara -saudara yang sudah berada di dalam sana, memberikan dukungan. Ketika ditanya "bagaimana rasanya?" saya menyatakan bahwa saya tidak merasa apa-apa, dalam arti tidak ada rasa sakit dari luka operasi saya, atau mungkin karena masih terpengaruh anastesi ya? masih terpengaruh obat bius.

Ternyata orang akan operasi maupun habis menjalani operasi itu tidak boleh terlalu banyak bicara! Kalau sebelum operasi, saya tahu aturan tersebut karena memang dipesan oleh dokter untuk puasa bicara. Namun tidak ada yang kasih tahu saya tidak boleh banyak bicara setelah operasi. Alhasil ketika  banyak teman datang menjenguk dan saya bicara banyak, setelahnya saya mengalami mual dan muntah. Katanya akibat udara masuk ke dalam perut. Setelah operasi seharusnya udara keluar dari perut, bukan masuk lagi.

Urusan udara perut ini, saya merasa bersyukur bahwa sekarang orang yang menjalani operasi tidak harus menunggu kentut dulu baru bisa kemasukan air dan makanan. Setelah dokter menempelkan steteskop di perut saya dan mendapati aktifitas usus, saya sudah mulai boleh minum air putih dan 2 jam kemudian makan bubur sumsum. Bayangkan kalau saya harus menunggu kentut dulu baru boleh makan, bisa kelaparan semalaman setelah operasi saya, karena saya baru kentut keesokan harinya.

Pada dokter yang visit saya keesok harinya, saya bertanya kenapa saya tidak merasakan sakit apapun di luka bekas operasi saya, tidak seperti cerita orang orang mengenai sakitnya paska operasi caesar. Ternyata katanya, setiap orang punya tingkat ketahanan terhadap rasa sakit yang berbeda-beda. Keadaan saya ini mungkin bagi orang lain sudah luar biasa sakit, sedangkan bagi saya, biasa saja.

Saya juga bertanya kepada dokter kenapa saya yang katanya mau di laparskopi kemudian di laparatomi?! Menurut dokter, pada saat akan melakukan operasi, prosedur dasarnya adalah perut harus diraba secara manual. Ketika diraba, ternyata dokter menemukan benjolan yang sangat besar, sampai ke rongga dada. Sehingga dengan kondisi tersebut, dokter segera menghubungi suami saya untuk meminta persetujuan operasi laparatomi. Tentu saja suami saya menyerahkan kepada dokter yang terbaik yang bisa dilakukan.

Nah, barulah saya tahu bahwa selama ini saya membawa kista endometrium berdiameter 20 cm di dalam perut saya sebelah kiri! Selama ini saya selalu mengira bahwa endometrium saya sebelah kiri sehat dan baik2 saja. Saya berharap dari endometrium sebelah kiri itulah saya berharap mendapatkan telur2 yang sehat untuk dibuahi.

Rasa syukur yang tidak terkira saya haturkan atas smua mukjizat ini. Apabila saya tahu bahwa saya membawa kista sebesar itu dalam perut saya, saya pasti akan stres dan sangat kacau. Tidak terdeteksinya ukuran kista yang sebenarnya sampai masa operasi merupakan skenario yang Allah SWT gariskan untuk saya. Juga ketika mulai bulan Desember 2011 yang lalu saya merasa kesakitan pada saat menstruasi, juga merupakan pengingat kepada saya. Saya pernah merasa sakit di sebelah kiri perut saya, saya menganggap jangan-jangan saya menderita penyakit ginjal? namun saat saya tanya tanda-tanda orang mempunyai penyakit ginjal kepada teman saya yang baru saja operasi ginjal, saya merasa bahwa tanda-tanda itu berbeda. Namun keberadaan kista ini memang sama sekali di luar perhitungan saya.

Saya berharap bahwa penghalang saya hampir 14 tahun belum mempunyai keturunan telah terangkat dan saya segera mempunyai keturunan setelahnya. Allah Maha Mengetahui, Allah Maha Kuasa, Maha Pengasih dan Penyayang. (Jakarta, 16 Juni 2012)