Tampilkan postingan dengan label My Interest. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label My Interest. Tampilkan semua postingan

Rabu, 21 Oktober 2015

BERTEMU LAPU-LAPU, PAHLAWAN FILIPINA DARI PULAU CEBU

Patung Lapu-Lapu di Pulau Mactan, Cebu-Filipina
Kunjungan ke  Cebu, Filipina tidak akan lengkap tanpa mampir ke tempat Lapu-Lapu. Sebenarnya, Lapu-Lapu adalah nama pahlawan Filipina dari Pulau Mactan, Cebu yang membunuh Ferdinand Magellen, penjelajah Spanyol yang berhasil mengelilingi dunia. Magellen dibunuh oleh Lapu-lapu pada suatu senja tanggal 27 April 1521 dipinggir pantai Pulau Mactan di Cebu, Filipina pada peperangan yang dikenal dengan nama Battle of Mactan atauPertempuran Mactan. Lapu-lapu dianggap sebagai pahlawan pertama Filipina yang berjuang mengusir penjajah Spanyol dari tanah Filipina. Karena perjuangan Lapu-lapu tersebut, penguasaan Pulau Mactan oleh Portugas tertunda selama 40 tahun  walaupun daerah lainnya sudah dikuasai.

Prasasti menandai serangan Lapu-lapu terhadap Ferdinand Magellen
Prasasti di titik dimana Lapu-lapu meninggal
Konon Lapu-lapu adalah pendatang dari Pulau Kalimantan yang mendapatkan hak istimewa untuk berkuasa di wilayah Mactan, Filipina. Lapu-lapu disebut juga sebagai Lapulapu Damintag, bersama dengan pasukannya yang berjumlah 1.500 orang bersenjatakan pedang, panah dan bambu runcing menyerang armada Spanyol yang dipimpin oleh Ferdinand Magellen. Magellen terluka di kaki oleh panah beracun dan kemudian meninggal. Legenda Kepahlawanan Lapu-lapu membuat Pemerintah Filipina mendirikan patung Lapu-lapu di Mactan, Cebu-Filipina dan di Manila. Dinas Pemadam Kebakaran dan Kepolisian Filipina memasukkan figur Lapu-lapu didalam simbol organisasinya.

Penggambaran Pertempuran Mactan (the Batle of Mactan)
Di Mactan, Cebu-Filipina, Patung Lapu-lapu didirikan menghadap Pantai dimana dia dulu menunggu tentara Portugis menyerang daratan Filipina. Tempat dimana Lapu-lapu membunuh Magellen sekarang didirikan tugu prasasti guna mengingatkan generasi muda Filipina akan perjuangan Lapu-lapu. Komplek tersebut terkenal dengan sebutan "Lapu-Lapu Shrine"atau tempat penghormatan kepada Lapu-lapu. Kisah perjuangan Lapu-lapu tersebut begitu tercatat rapi dalam sejarah mengingat pada armada Magellen terdapat Antonio Pigafetta yang mendokumentasikan segala hal yang terjadi dalam perjalanan Magellen mengelilingi dunia. (Jakarta, 21 Oktober 2015)



Senin, 13 Juli 2015

MENGUNJUNGI WISATA ALAM MANGROVE JAKARTA

informasi dan fasilitas yang ada di wisata alam mangrove
Mungkin belum banyak yang tahu kalau ternyata  metropolitan Jakarta yang hingar bingar memiliki terdapat sebuah taman wisata alam mangrove.  Taman tersebut letaknya di daerah Angke Kapuk, persis di samping areal perumahan mewah Pantai Indah Kapuk.

jalan setapak menuju tengah hutan mangrove
Apabila berkendara ke arah Bandar Udara Soekarno Hatta, dengan melewati tol, sebelum masuk ke bandara, terdapat tanda arah menuju Pantai Indah Kapuk. Wisata Alam Mangrove terletak di belakang Kantor Pusat Tzu Chi yang ada di Pantai Indah Kapuk. Terdapat petunjuk arah menuju wisata alam mangrove Jakarta sehingga sangat mudah menemukan lokasi obyek wisata mangrove ini.

keindahan alam hutan bakau
Di pintu masuk obyek wisata, setiap pengunjung diharuskan membayar tiket 25 ribu dan 10 ribu rupiah untuk biaya parkir mobil. wilayah wisata mangrove pada dasarnya adalah hutan mangrove di pinggiran Jakarta yang disulap menjadi obyek wisata alam yang menarik. Selain fasilitas menikmati keindahan alam mangrove yang unik, obyek wisata ini juga menyediakan fasilitas untuk berkemah, outbond dan juga villa penginapan serta ruang pertemuan.
tenda kayu fasilitas untuk berkemah

menelusuri hutan mangrove dengan perahu kayu
Rakit
Obyek wisata ini juga menyediakan paket pernikahan dengan memakai ruang pertemuan dan villa yang disediakan di lokasi, termasuk villa untuk honey moon pengantin. Bagi yang suka berkemah, tempat ini juga menyediakan bangunan kayu berbentuk segitiga seukuran tenda yang dapat disewa sehingga pengunjung tidak perlu repot-repot membawa tenda dari rumah. Fasilitas toilet duduk yang bersih juga mushola yang berbentuk rumah kayu dapat memenuhi keperluan pengunjung apabila ingin berlama-lama menikmati keindahan alam. Di dalamnya jugab terdapat kantin dan juga fasilitas sewa perahu bagi yang ingin menyelusuri daerah mangrove ini dengan sewa Rp. 400 ribu/perahu. Tempat ini juga langsung menyambung ke pantai di wilayah kapuk.

Keindahan dan keunikan alam obyek wisata ini juga sering dibuat untuk lokasi pemotretan pre weeding dengan biaya paket Rp. 1 juta rupiah dan untuk shooting dengan biaya paket 5 juta rupiah. Bagi yang senang melakukan pengamatan burung, di obyek wisata ini juga terdapat jalur setapak dari kayu yang melewati wilayah hutan mangrove untuk melakukan pengamatan burung. Wilayah ini juga menupakan jalur yang cukup menantang bagi para biker, penggemar olah raga sepeda. Bagi pecinta alam dan ingin menyelamatkan lingkungan manrove, tersedia juga paket menanam tanaman bakau. So...kenapa tidak mencoba menikmati liburan yang bersuasana alam yang tentunya sudah langka di kota Jakarta ini. (Jakarta, 13 Juli 2015)


plakat organisasi yang telah ikut aktifitas menanam bakau







Rabu, 03 Juni 2015

PENTAS LUMBA-LUMBA DI PANTAI CAHAYA, KENDAL

Pantai Cahaya adalah salah satu obyek wisata pantai yang sedang naik daun di Kabupaten Kendal-Jawa Tengah. Pantai tersebut berlokasi di desa Sendang Sikucing, Kecamatan Rowosari-Kabupaten Kendal. Dari jalan raya pantura Jakarta-Semarang, tepatnya dari kota  Weleri,  masuk sekitar 10 km lagi untuk mencapai pantai Cahaya. Sebenarnya di daerah tersebut terdapat 2 obyek wisata pantai. Satu adalah Pantai Sendang Sikucing dan satu adalah Pantai Cahaya. Kedua Obyek wisata tersebut berlokasi di desa yang sama yaitu desa Sendang Sikucing, Kecamatan Rowosari.

Keindahan Pantai Sendang Sikucing sudah lama terkenal untuk masyarakat daerah Kendal dan sekitarnya. Pantai landai dengan pasir hitamnya yang bersih dan pemandangan alamnya yang indah merupakan tempat yang cocok untuk membawa keluarga berwisata murah tapi berkualitas. Banyak yang menggunakan kesempatan berwisata ke pantai tersebut untuk mandi-mandi dan bermain di pasir pantainya yang bersih.

Pantai Cahaya pada awalnya merupakan tempat konservatorium lumba-lumba. Konon lumba-lumba yang ditangkap di laut jawa tersebut kemudian dilatih di pantai cahaya sebelum dibawa ke Ancol, Jakarta tempat pertunjukan lumba-lumba dipentaskan. Namun lama kelamaan aktifitas pelatihan lumba-lumba tersebut menarik perhatian masyarakat sekitarnya karena merupakan hal yang langka dapat melihat hewan mamalia air yang lucu itu beraksi. Karena banyaknya animo masyarakat, pihak pengelola akhirnya membuka kesempatan kepada masyarakat umum untuk menyaksikan pertumjukan lumba-lumba. Pada awalnya bangunan pertunjukan lumba-lumba yang terletak di tepi pantai tersebut masih barupa bangunan yang terletak diantara rumah penduduk. Lahan parkir kendaraan bermotor bagi pengunjung pun berada di sekitar halaman rumah penduduk yang berada di sekitar pantai.


Pada lebaran tahun 2012, Pantai Cahaya bertransformasi menjadi apa yang saat ini ada. Berbagai fasilitas tambahan untuk kenyamaan pengunjung dibangun di tempat tersebut baik tempat parkir yang luas, tempat bermain anak, kereta kelinci, kebun binatang kecil, saung-saung di pinggir pantai, toilet,  pohon-pohonan rindang maupun wanaha air yang bernama Water King yang salah satu andalannya adalah kolam apung seperti di daerah mediterania. Nama Pantai Cahaya juga direbranding menjadi "the Sea". Konon pengelola juga tidak segan-segan beriklan di berbagai media agar keberadaan pantai tersebut dapat diketahui secara luas oleh masyarakat di Jawa Tengah. Upaya tersebut agaknya cukup berhasil melihat bis-bis pariwisata dari berbagai daerah yang rajin mengunjungi tempat tersebut membawa rombongan-rombongan pewisata. Selain wisatawan biasa, Pantai Cahaya juga sangat populer bagi anak sekolah dari tingkat Taman Kank-Kanak, Sekolah Dasar, Sekolah Menengah Pertama maupun atas. Keberadaan pentas lumba-lumba menjadi magnet utama orang berwisata ke Pantai Cahaya.


Tiket Masuk ke Pantai Cahaya cukup terjangkau, cukup dengan Rp. 15.000 orang sudah dapat menikmati keindahan Pantai Cahaya. Untuk pertunjukan lumba-lumba, pengunjung diminta untuk membayar Rp. 35.000/orang. Untuk berkunjung ke Water King pun terdapat bea tambahan yang harus dibayar. Pertunjukan lumba-lumba yang berlangsung sekitar 45 menit tersebut cukup menarikperhatian dan menjadi hiburan yang lain. Dalam sehari, pertunjukan dilaksanakan 4 x yaitu jam 09.00 WIB, 11.00 WIB. 13.00 WIB dan 15.00 WIB. Selain itu kabarnya mereka juga menyediakan sesi terapi bersama lumba-lumba untuk penyakit autis dll.

Pertunjukan lumba-lumba digabungkan dengan aneka satwa lainnya yaitu burung nuri jambul kuning, bangau tong tong, dan lingsang.  Melihat burung nuri yang cerdas bermain huruf-huruf  yang  membentuk kata-kata yang menunjukkan nama dan ucapan selamat datang, burung bangau tong tong yang dapat diminta nongkrong ditempat yang ditunjukkan oleh pelatihnya, melihat 2 hewan lingsang yang cerdas dengan berbagai permainan serta pertunjukan kecerdasan maupun kelihaian akrobatik 4 lumba-lumba yang telah dilatih sangatlah menghibur. Lumba-lumba tersebut dapat menjawab soal penambahan maupun perkalian dengan benar, amazing! Pertunjukan ditutup dengan penawaran foto bersama dengan lumba-lumba bagi para penonton yang ingin membawa kenangan yang tak terlupakan bersama lumba-lumba. Tentu saja diperlukan biaya tambahan untuk dapat berfoto dengan lumba-lumba tersebut.

Daya tarik Pantai Cahaya di Kabupaten Kendal dengan pertunjukan lumba-lumbanya yang mungkin satu-satunya di Jawa Tengah ini, sayangnya kurang didukung dengan akses inftrastruktur jalan yang mulus. Banyak bagian jalan menuju pantai Cahaya ini yanng telah rusak dan berlubang. Kondisi ini akan semakin parah bila musim hujan tiba. Untuk itu, dukungan Pemda Kabupaten untuk memperhatikan perbaikan akses jalan menuju pantai cahaya ini sangat diperlukan, sehingga semakin banyak masyarakat yang akan tertarik untuk datang dan melihat pentas lumba-lumba di Pantai Cahaya, Kendal. (Jakarta, 3 Juni 2015)






















Rabu, 27 Mei 2015

ISLAM DI RUSIA DAN MENGUNJUNGI MESJID BIRU DI KAZAN, RUSIA

Awal April 2015 lalu, saya berkesempatan untuk mengunjungi negeri beruang putih, Rusia. Kunjungan ke Rusia ini merupakan kunjungan saya yang pertama dan banyak kesan serta pengetahuan yang saya terima selama berkunjung kesana. Cerita yang menyebutkan bahwa Rusia adalah negara dingin, benar adanya. Awal bulan April, saya disambut dengan cuaca 3 derajat celcius ketika mendarat di Bandara Domodedovo, Rusia. Terpaksa perlengakapan musim dingin segara dikenakan, termausk jaket, sarung tangan, syal dan penutup kepala. Kalau tidak, langsung pusing dan bisa sakit jadinya di negeri orang. So... jangan harap bisa mejeng tampil cantik dengan perlengakapan yang berat itu. Rusia sebagai negara yang tertutup, ternyata tidak juga. Nyatanya di Bandara banyak toko yang menggunakan mata uang dollar amrika dan Euro untuk transaksi.

Kedua, saya baru tahu bahwa ternyata  penganut agama islam di Rusia adalah terbesar kedua setelah penganut kristen ortodok! Dalam pelajaran yang saya terima di sekolah dan  berdasarkan penetahuan saya selama ini, Rusia adalah negara Komunis terbesar yang penduduknya adalah penganut Atheis.  Sangat kaget saya bahwa ternyata di bandara Domodedovo, salah satu bandara terbesar di Moscow, mereka menyediakan fasilitas mushola untuk beribadah umat muslim. Saya tidak tahu apakah di negara-negara non muslim seperti di eropa mereka menyediakan fasilitas ini di bandaranya.

Minimnya informasi mengenai Rusia di Indonesia membuat anggapan-anggapan lama sangat tertanam erat di pikiran orang Indonesia mengenai Rusia. Kunjungan ke Rusia kali ini benar-benar membukakan mata saya bahwa sebenarnya kita lebih dekat dengan penduduk Rusia dibandingkan dengan penduduk Eropa dan Amerika, dari segi religi. 

 KAZAN, REPUBLIK TATARSTAN
Negara Rusia adalah negara yang berbentuk federasi dan beribukota di Moskow. Di dalam Rusia, terdapat negara-negara lain yang tergabung dalam federasi tersebut, salah satunya adalah Republik Tatarstan yang beribukota di Kazan. Kazan adalah salah satu kota industri yang besar di Rusia. Dari Moskow, kita harus naik pesawat lagi selama 1 jam. Disitu banyak terdapat industri berat seperti pabrik pembuatan helikopter maupun pabrik peralatan rumah sakit yang canggih. Yang menarik dari Republik Tatarstan ini adalah bahwa mayoritas penduduk  Tatarstan adalah beragama Islam yaitu sebesar 60%.

Selama ini saya beranggapan bahwa islam di eropa berada di negara Turki saja. Ternyata islam di Tatarstan, negara yang masuk ke dalam wilayah Federasi Rusia ini adalah mayoritas. Dengan persamaan keyakinan seperti itu, Rusia bisa menjadi salah satu destinasi wisata religi baru bagi turis Indonesia, tidak hanya terbatas ke Turki saja. Melihat bagaimana masyarakat menjalankan ibadah di negara yang berhawa dingin seperti Tatarstan ini sangat menarik. Awal bulan April yang lalu, sungai-sungai di Kazan masih membeku dan hujan salju masih sering turun di wilayah tersebut. Cuaca juga masih turun sampai minus 2 di bulan april. Kazan juga memiliki even tahunan besar seperti pameran produk halal dunia. Tarian khas di Kazan mirip juga dengan budaya Turki. Mereka menggunakan kendang dan rebana juga untuk mengiringi tariannya.

MESJID BIRU, KAZAN
Mesjid Biru merupakan simbol dari islam di Rusia, khususnya di Republik Tatarstan. Replika maupun gambar Mesjid Biru dipasang dibanyak sovenir-sovenir khas Kazan baik piring-piring, bola salju, dan segala bentuk sovenir lainnya. Mesjid tersebut disebut sebagai Mesjid Biru karena kubahnya yang berwarna biru cerah dan gedung berwarna putih. Tapi jangan rancu dengan bangunan berkubah-kubah lainnya karena banyak bangunan kuno di Rusia yang atapnya berbentuk kubah. Perlu dilihat dengan seksama hiasan apa yang ada di puncak kubahnya, bulan sabit, atau salib? karena bangunan gereja di Rusia juga banyak mempergunakan atap berbentuk kubah.

Mesjid biru terletak di dalam komplek Kazan Kremlin. Awalnya saya pikir kremlin hanya ada di Moskow sebagai pusat pemerintahan Rusia. Namun ternyata yang bernama kremlin adalah sebuah komplek yang dikelilingi tembok memutar dan biasanya didalamnya terdapat berbagai bangunan-bangunan pemerintahan yang penting disitu dan juga tempat ibadah.

Memasuki mesjid biru, awalnya saya bingung mencari pintu masuk untuk perempuan, karena saya masuk dari bagian belakang mesjid. Ternyata pintu masuk untuk perempuan dan laki-laki, sama saja, dari pintu utama. Pintu utama masjid terbuat dari kayu yang kokoh. Begitu masuk, langsung disambut dengan petugas yang meminta kita untuk menutup sepatu kita. Semua yang akan masuk ke mesjid diminta untuk membungkus sepatunya dengan plastik berbentuk selongsong sepatu untuk menjaga kebersihan dan kesucian tempat tersebut. Untuk plastik tersebut, kita diminta untuk membayar beberapa rubel. Di kanan dan kiri pintu masuk bagian dalam masjid, terdapat juga kios sovenir kecil. Rupanya selain berfungsi sebagai tempat ibadah, masjid tersebut juga merupakan obyek wisata. terdapat bagian khusus di sebelah pinggir ruangan masjid, sehingga para turis juga bisa   melihat bagian dalam masjid.

Tempat sholat mesjid biru tersebut ternyata terletak di lantai dua. Terdapat tali penutup berwarna merah dimuka tangga menuju ke bagian lantai dua, sehingga  orang yang tidak berkepentingan dilarang untuk naik ke atas. Pada awalnya saya bingung karena tidak melihat ruangan sholatnya, ternyata tali berwarna merah yang menuju ke lantai atas tersebut dapat dibuka dan ditutup. Di mesjid tersebut banyak disediakan bangku-bangku untuk duduk. Baik untuk mempermudah orang untuk memakai selongsong sepatu, maupun untuk ketika orang memakai dan membuka sepatu ketika akan memasuki ruangan sholat.

Ruangan Sholat di mesjid tersebut ditutup dengan karpet lembut dan tebal, mungkin karena cuaca dingin disana sehingga orang memerlukan karpet yang tebal untuk melakukan aktifitasnya. Langit-langit bagian dalam ruangan sholat dihiasi dengan mozaik-mozaik warna biru dan kaca patri yang indah. Langit-langit yang tinggi membuat ruangan sholat terasa lega dan dingin membuat kita betah berlama-lama di dalamnya. Konon penduduk Rusia beraliran Sunni sehingga tata cara beribadah mereka juga tidak begitu berbeda dengan di Indonesia. Namun panggilan Sholat/adzan tidak disiarkan melalui pengeras suara sehingga umat muslim disana harus menjaga waktu sholat mereka masing-masing dengan memperhatikan jadwal sholat yang telah diedarkan. (Jakarta, 28 Mei 2015|)



















Rabu, 18 Maret 2015

KEMBANG SEPATU

Wora wari adaalah nama jawa dari bunga ini. Yang berwarnaa merah bernama wora waribang alias wora wari abang. Aku sudah sangat akrab dengan bunga ini semenjak kecil. Karena kebetulan pohon bunga itu menjadi tanaman pagar rumahku. Selain yg berwarna merah, di pagarku ada juga yang berbungaa keriting,katanya dia bernama wora wari gantung. Aku jugaa melihat kembang sepatu yaang berkelopak ganda dan agak keriting, berwarna merah, atau juga yang berwarna pink tuaa. Kalau jenis itu, biasanya di tanam di depan rumah untuk hiasan. Hanya yang berwarnaa merah saja yang ditanam sebagai pagar. Dulu aku sering memetik daunnya yang aku remas2 di air. Dia akan mengeluarkan lendir yang bercampur air, dan air remasan daun wora wari ini digunakan sebagai mainan, seolah olah dia adalaah minyak goreng2an. Daun wora wari juga berfungsi sebagai uang2an ketikaa kami main pasar pasaran, jualan.yang dijual adlah berbagai daun2nan dan bunga2an yang dipotong dalam berbagai grup.kembali ke kembang sepatu ini, kembang ini adalah salah salah satu kembang yang paling favorit diselipkan di salah satu telinga, selain bunga kamboja.dalam kesederhanaannya,kembang sepatu sebenarnya adlaah bunga yang cantik. Tetapi memang dia adlah bunga yang sederhana. Dia bisa ditemukan dimanaa mana dan tidak dipuja sebaagaaimana maawar yang agung, atau melati yang wangi atau anggrek yang eksotis. Dia adlah bunga yang tumbuh di batas pekaraangan atau penghias yang tidak terlalu dilirik mata. Justru kesederhanaaaaannyaa itu yang membuaat bungaa ini menarik perhatianku, sejak jaman aku kuliah dulu.dan aku mengenali karektiristik diriku tercermin daalam kesederhaanaan kembang sepatu itu.(1 September 2012)

PERGULATAN HIDUP DI PASAR TRADISIONAL

Saya termasuk orang yang menyukai pasar tradisional. Mungkin karena saya dibesarkan di daerah yang tidak mempunyai mall, jadi hiruk pikuk pasar tradisional sangat dekat dengan kehudupan saya, paling tidak seminggu sekali saya diajak ibu ke pasar, menemani membawakan belanjaannya. Nah, setelah saya besar, bagi saya..pasar tradisional adalah tempat yang sangat menarik, semenarik tempat wisata terkenal. Suatu pasar tradisional adalah urat nadi perekonomian suatu wilayah, yang membawa kekhasan daerah tersebut. Namanya juga tradisional, yang dijual juga banyak barang2 yang bergenre tradisional, termasuk makanan2 khas hasil bumi daerah tersebut, jajanan pasarnya, hhhmmmm.....I love it! Selalu ingat bahwa setiap kali ibu belanja ke pasar, selalu tidak lupa membeli jajan buat putri2nya...hal yang sangat kami nanti dan sangat membahagiakan. Mungkin kenangan indah itulah yang membuatku mencintai dan punya ketertarikan tersendiri dengan pasar tradisional, meski posisiku dalam komunitas tersebut adalah konsumen. Sedikit juga aku perhatikan bagaimana orang berinteraksi di pasar tersebut, mereka adalah sebuah komunitas keluarga besar yang saling mengenal, meskipun dalam kegiatan, mereka adalah kompetitor. Di sebuah pasar, setiap orang punya rejeki masing masing. Kenapa pembeli memutuskan membeli seikat bayam kepada penjual B dengan harga yang sama dengan yang ditawarkan penjual A, adalah sebuah misteri. Yang membuat saya tertarik dengan sebuah pasar tradisional selain jenis barang yang dijual, budaya masyarakat daerah tersebut juga bisa dipelajari di sebuah pasar tradisional. Memang kenyamanan tidak dapat dibandingkan dengan pasar swalayan. Tetapi nuansa kebatinannya akan sangat berbeda.....(4 Maret 2012)

Senin, 29 Desember 2014

PENANGKARAN PENYU DI PULAU KEPAYANG, BELITUNG

Pulau Kepayang atau yang dulu disebut juga dengan Pulau Babi adalah salah satu pulau kecil di Pulau Belitung.  Dari Pantai Tanjung Kelayang, kita bisa menyewa kapal kayu untuk mengunjungi Pulau Kepayang. Mengunjungi Pulau Kepayang, yang berpasir putih dan bersih sangatlah menyenangkan. Tidak hanya karena kondisi lautnya yang masih bersih dan jernih, yang lebih menarik lagi adalah karena pasir putihnya yang sangat lembut menyentuh kaki. Serasa kita berjalan di hamparan tepunng terigu di pinggir pantai. Makanya, penyu-penyu pun sangat senang mengunjungi pulau ini untuk bertelur.

Penyu yang sering mengunjungi pulau kepayang adalah jenis Penyu Sisik. Konon kalau dia sudah dewasa, dapat mencapai ukuran yang sangat besar, laksana meja bundar besar. Kenapa disebut penyu sisik? karena memang cangkangnya yang berlapis-lapis selaksa sisik. Nilai ekonomis penyu yang tinggi baik dari cangkang, daging maupun telurnya, membuat penyu menjadi hewan buruan bagi manusia yang tidak bertanggung jawab.

Populasi penyu sisik yang mulai berkurang karena perburuan manusia ini membuat usaha untuk penangkaran penyu sangatlah penting. Di Pulau Kelayang, penangkaran penyu sisik dapat dikunjungi oleh masyarakat umum dengan biaya Rp. 5 ribu rupiah. Disana bisa dilihat penyu yang dibesarkan dalam kolam-kolam terpisah menurut umurnya maupun tempat penetasan telur penyu. Setelah mencapai usia yang cukup, penyu-penyu itu akan dilepaskan kembali ke laut lepas.

Di tempat penangkaran penyu tersebut juga terdapat usaha pembibitan terumbu karang yang berupa ranting-ranting terumbu karang yang dipisah dan diberi semen bagian bawahnya dan siap untuk ditanam.

Pada waktu saya berkunjung, ada  2 penyu sisik yang sudah mulai besar di satu kolam besar dan anak-anak penyu (tukik) yang sedang dibesarkan. Upaya pelestarian penyu di Pulau Kepayang yang dipinggirnya terdapat batu besar berbentuk penyu sedang menuju pantai ini, merupakan kegiatan  yang sangat bagus dan patut didukung. Mari selamatkan penyu kita dari kepunahan. (Jakarta, 29 Desember 2014)








Rabu, 05 November 2014

CERITA BONEKA BONEKA MAINAN MASA KECILKU

Aku mempunyai masa kecil yang bahagia. Meskipun aku hidup di desa dan orang tuaku bukan termasuk orang yang kaya, tetapi masa kecil yang terjaga dari segala masalah dan penuh kegembiraan aku miliki dengan rasa syukur.

Kenangan -kenangan masa kecil yang bahagia merupakan modal yang sangat berharga untuk menjalani kehidupan selanjutnya. Arti sebuah mainan bagi anak kecil memang tidak dapat dinilai dari harganya tapi dari fungsinya, termasuk untuk boneka. Kenangan boneka -boneka masa kecilku adalah sebagai berikut (sayangnya aku tidak punya fotonya):

1. Boneka pencet dari karet warna kuning berbentuk gajah

Aku masih ingat memiliki boneka untuk anak umur 1-2 tahun yang apabila dipencet berbunyi cit cit itu sampai berumur cukup besar. Boneka tersebut tersebut masih dalam kondisi bagus dan aku berikan pada keponakan yang masih kecil waktu itu (lupa siapa yang aku kasih).

2. Boneka plastik bayi bule besar

Boneka plastik berbetuk bayi bule besar itu lumayan populer pada masa aku kecil. Bahkan aku memiliki foto dengan menggendong boneka tersebut. Tapi keberadaan boneka yang tangan dan kakinya bisa dicopot itu tidak aku ingat aku miliki sampai besar.

3. Boneka dari daun pisang

Ketika masa sekolah dasar, aku sering membuat boneka dari daun pisang muda yang digulung. Sebenarnya boneka tersebut bisa dibuat dengan menggunakan daun pisang yang lebih tua, tapi hasilnya akan lebih bagus kalau menggunakan daun pisang muda (pucuk) yang masih berwarna kuning. Cara membuatnya sangat sederhana:
a. selembar daun pisang digulung (semakin besar gulungannya semakin baik)
b.pada bagian tengah gulungan tersebut diikat dengan seutas tali dari pelepah pohon pisang
c. bagian gulungan sebelah atas satu demi satu disobek sobek menggunakan peniti sampai habis dan berfungsi sebagai rambut. Semakin muda daun pisangnya, maka rambut boneka yang dihasilkan akan semakin lembut dan lama kelamaan menjadi keriting
d. selesai dan boneka anak wanita berambut ikal panjang telah siap sebagai mainan.

4. Boneka Panda warna merah

Boneka berbentuk Panda dari kain flanel warna merah yang diisi kain perca dan busa tersebut aku dapatkan setelah pulang dari operasi amandel di RS. Dokter Kariadi Semarang. Di beli di pasar Johar  Semarang untuk  menghibur diriku yang habis menjalani operasi. Waktu itu aku sudah kelas 4 Sekolah Dasar.

5. Boneka bantal

Boneka bantal adalah bantal biasa yang dipakaikan baju. Bantal yang berbaju tersebut sering aku bawa main ke tetangga sebelah, dipeluk peluk. Senang sekali rasanya memiliki boneka bantal seperti itu.

6. Boneka berbetuk burung merpati dan gadis kecil dari Sempe

Sempe adalah makanan dari tepung yang dipres dan diberi warna, mirip kerupuk tipis.  Yang sekarang masih sering aku temui dia berbetuk lembaran tipis bulat warna merah dan digunakan untuk menjepit arum manis (rambut nenek). manisan yang mirip rambut terbuat dari gula putih. Jaman aku kecil dulu, sempe tersebut berbentuk seperti boneka gadis kecil, burung atau pistol dan bisa dimakan.

7. Gulali tiup berbentuk gadis kecil

Siapa yang tidak kenal dengan gulalli? makanan manis terbuat dari gula tersebut memang sangat populer jaman aku kecil. Gulali yang biasanya berfungsi seperti permen yang ditusuk tusukan lidi bambu dapat dibentuk/dicetak menjadi boneka anak perempuan kecil. Caranya cukup sederhana, dengan mengambil secubit adonan gulali, terus dimasukkan dalam cetakan berbentuk gadis kecil, terus ditutup dan ditiup, sambil dipanasi. Gulali tersebut akan berasa manis agak pahit dan renyah. Dulu kalau makan gulali itu, digodain kakak -kakak sepupu karena cara pembuannya yang ditiup dan bisa dimakan, berarti nafas si abang penjual gulali ada di dalam makanan manis tersebut. Biasanya penjual gulali itu menjajakan dagangannya ketika terdapat keramaian seperti pertunjukan wayang kulit.


Tidak banyak ternyata boneka yang aku miliki dan aku tahu  ketika kecil, ternyata. Boneka beruang merahku itu malah masih ada sampai aku lulus kuliah dulu, aku bawa kost untuk menemaniku belajar di Semarang. Tapi sekali lagi, jumlah bonekaku tidak mempengaruhi keasikanku untuk bermain di masa kecil. Karena jaman dulu, banyak sekali permainan anak-anak kecil yang dapat aku mainkan dengan teman-teman di halaman rumah. Bahagianya masa kecil.(Jakarta, 6 Nopember 2014.)



Minggu, 19 Oktober 2014

MENENGOK FASILITAS TRANSPORTASI DAN TOILET UMUM DI PERTH, AUSTRALIA

suasana Kota Perth-Australia
Hidup di negara maju memang penuh dengan fasilitas dan kenyamanan. Lalu lintas yang lancar dan tertib, angkutan umum yang bagus, tepat waktu, banyak dan bersih. Kota yang teratur dan indah serta  berbagai kemudahan-kemudahan lainnya. Australia sebagai negara tetangga Indonesia adalah salah satu negara maju yang dekat dengan Indonesia dari segi jarak. Kehidupan di Australia tidak jauh berbeda dengan kehidupan di negara-negara eropa, karena negara yang pernah diperintah oleh Inggris ini memang kebanyakan berpenduduk yang nenek moyangnya berasal dari benua eropa, beberapa ratus tahun yang lalu. Tata kehidupan dan pemerintahan di Australia pun tidak jauh berbeda dengan Eropa.



TRANSPORTASI


Pesawat Garuda di Bandara Perth
Perth sebagai kota yang terletak di wilayah barat Australia  adalah kota yang istimewa. Tidak hanya karena banyak orang Indonesia yang tinggal atau  mengirimkan anaknya bersekolah di kota ini, tetapi juga dari hitungan jarak, Perth dapat ditempuh hanya 4 jam dari Bali dan 4.5 jam dari Jakarta.  Jadi terbang ke Perth lebih dekat dibandingkan dengan terbang ke Jayapura dari Jakarta. Demikian juga bagi penduduk Perth, terbang ke Bali yang hanya 4 jam  lebih dekat dibandingkan terbang dari Perth ke Sydney yang 4.5 jam.  Pesawat Garuda  terbang setiap hari ke Perth pun menjadi maskapai favorite turis-turis Australia yang akan berlibur ke Bali. Tingginya okupansi Garuda Indonesia, membuktikan bahwa Indonesia khususnya Bali masih menjadi destinasi wisata terfavorit bagi turis Australia.


Salah Satu Bis Gratis itu, si Kucing Biru atau Blue CAT
Perth juga memiliki pelayanan bus umum GRATIS yang beroperasi di area pusat Perth yang bernama Transperth CAT (Central Area Transit). Bus umum CAT yang bersimbolkan seekor kucing atau cat dalam bahasa Inggris yang dikelilingi lingkaran warna biru atau merah atau hijau atau kuning.  Tiap warna memiliki rute yang berbeda-beda yang di halte-halte tertentu dapat bersinggungan rutenya. Seperti busway yang beroperasi di Jakarta, setiap menuju halte pemberhentian, aku muncul tulisan pemberitahuan halte di depan sebelum dia berhenti. Jadi penumpang yang belum hafal lokasi-lokasi halte di Perth, dapat bersiap dan bergegas apabila halte yang akan ditujunya telah dekat. Jadi mobilitas tiap penduduk Perth yang tinggal di tengah kota, berjalan dengan lancar dan tanpa biaya! betapa enaknya.

TOILET DI PERTH

Salah satu hal yang menyenangkan bila berkunjung ke Australia adalah fasilitas toilet umumnya yang bersih dan kering. Budaya orang barat yang lebih menyukai toilet kering merupakan salah satu alasan kenapa mereka tidak menyediakan air untuk membersihkan diri setelah buang air kecil, tetapi kertas toilet yang selalu tersedia. Fasilitas toilet kering memang sudah merupakan hal yang jamak di negara-negara maju, termasuk  di bandara-bandaranya.
vending mesin penyedia sikat dan pasta gigi itu



Dalma pengalaman saya berkunjung ke beberapa toilet di negara-negara maju, saya sering melihat toilet yang dilengkapi dengan alat vending mesin yang menyediakan pembalut wanita. Cukup dengan memasukkan uang kecil jumlah tertentu, kita sudah bisa mendapatkan pembalut yang kita inginkan. Jadi apabila tamu bulanan tiba-tiba datanng diwaktu yang tidak kita duga, cukup membuat kita lega karena ada mesin penjual pembalut wanita di toilet wanita.

vending mesin penyedia keperluan wanita lainnya
Saya pernah juga melihat vending mesin yang menjual pasta gigi dan sikat gigi sekali pakai, khususnya di bandara. Jadi para penumpang yang melakukan penerbangan malam, dapat merapikan diri dan membersihkan dirinya terlebih dahulu, termasuk bergosok gigi sebelum keluar bandar udara menemui penjemputnya. Mulut segar dan bersih, percaya diripun meningkat. Di bandara Perth, selain pasta gigi dan sikat gigi, terdapat vending mesin lain yang sangat memanjakan pengunjungnya. Cukup dengan uang kecil AUS$ 2 (dua dollar Australia)  atau setara dengan uang Rp. 22.000 (dua puluh dua ribu rupiah), dapat dipilih berbagai pernak pernik yang mungkin sibutuhkan oleh kaum wanita ketika berada di toilet baik dalam rangka mematut diri maupun alasan khas wanita lainnya. Peralatan wanita yang disediakan di toilet tersebut adalah
  • pembalut wanita
  • tampon wanita
  • survival kit yang terdiri atas 2 karet ikat rambut, 2 peniti dan 4 penjepit rambut
  • lip glos
  • parfum
  • permen mint
Jadi keluar dari toilet wanita, penampilan paripurna pun terlihat,  rambut  terikat dan terjepit rapi, bibir merah mengkilat segar dan badan wangi. Apakah tidak termanjakan wanita-wanita yang mengunjungi toilet bersih dan kering di Perth ini ?! Jadi bertanya-tanya, kapan ya toilet umum di Jakarta bisa seperti ini?

(Jakarta, 20 Oktober 2014)

Jumat, 22 Agustus 2014

ADA MESIN PEMECAH KEPALA DI MUSEUM KEBANGKITAN NASIONAL, JAKARTA

Tampak luar gedung Museum Kebangkitan Nasional Indonesia
Bagi yang belum tahu, Museum Kebangkitan Nasional terletak di Jl. Dr. Abdul Rahman Saleh No. 26 Jakarta Pusat atau tepatnya  di sebelahnya Rumah Sakit Angkatan Darat Gatot Subroto, Jakarta Pusat. Dari arah Pasar Senen menuju Jalan Prapatan, lewat di depan Rumah Sakit Gatot Subroto, Museum ini terletak di sebelah kanan jalan.

Sepintas museum tersebut terlihat hanyalah sebagai bangunan kuno saja, namun tahukah anda bahwa bibit bibit pergerakan Indonesia pernah tumbuh subur di tempat tersebut.Gedung tersebut dahulunya merupakan gedung STOVIA (School tot Opleiding van Inlandsche Artsen) atau Sekolah Dokter Bumi Putra yang diresmikan pada tahun 1902.  Selain sebagai sekolah untuk menghasilkan dokter-dokter pribumi yang cakap dengan masa pendidikan 9 tahun beserta asramanya, gedung tersebut juga pernah menjadi sekolah apoteker, fakultas kedokteran Universitas Indonesia, penampungan tawanan Jepang, penampungan keluarga Batalyon V, sebelum akhirnya dipugar dan diresmikan menjadi Gedung Kebangkitan Nasional oleh Presiden Suharto pada tanggal 20 Mei 1974.

Apabila berkunjung ke Museum bersejarah ini, kita hanya diminta membayar karcis Rp. 2.000 (dua ribu rupiah) bagi umum dan Rp. 1.000 (seribu rupiah) bagi pelajar. Tiket tersebut teramat sangat murah dibandingkan dengan pengetahuan yang kita dapatkan. Museum dibagi dalam 2 bagian yaitu masa-masa sebelum kebangkitan nasional (sebelah kiri) dan Barang-barang peninggalan ex Stovia beserta asrama mahasiswa STOVIA di sebelah kanan.

Diorama yang menggambarkan suasana pembelajaran STOVIA 
Di Museum tersebut terdapat pula diorama yang menggambarkan suasana pembelajaran saat itu, khususnya di kelas terbuka yang terletak di teras sekolah. Terdapat pula diorama mengenai sekolah yang dibuka oleh RA. Kartini sebagai salah satu inisiator kebangkitan nasional Indonesia. Selain itu terdapat pula foto-foto dan penjelasan mengenai sejarah dan organisasi pergerakan nasional yang ada di Indonesia, khususnya Budi Utomo, Perhimpunan Indonesia, Syarekat Islam, Indische Partij dan Muhammadiyah. Dengan membaca keterangan yang terdapat dalam foto-foto, diharapkan pengunjung mendapatkan gambaran mengenai kebangkitan nasional di Indonesia pada masa tersebut.

Selanjutnya pada sisi sebelah kanan, terdapat 4 ruangan yang diberi nama Stovia I-IV yang berisi sejarah pengobatan dan kedokteran di Indonesia serta alat-alat yang dipergunakan pada masa tersebut untuk menunjang pembelajaran para Dokter Jawa waktu itu. Anda dapat menjumpai alat-alat yang dipergunakan oleh dokter gigi pada masa itu, alat-alat sunat, alat bantu pernapasan, mikroskop, alat ronsen dan alat pemecah kepala! dll.

Mesin pemecah kepala itu
Pada awalnya saya tidak percaya membaca penjelasan pada alat tersebut, saya pikir seharusnya kelapa, bukan kepala. Namun setelah kembali saya baca, memang itu adalah alat pemecah kepala. Tentu saja fungsi alat tersebut bukan dalam rangka mendukung kanibalisme, namun lebih kepada pendukung pelajaran, khususnya guna mempelajari otak dan kepala manusia yang tentunya sangat diperlukan oleh para calon dokter.

Suasana asrama mahasiswa STOVIA
Di sisi kanan dari komplek bangunan tersebut, terletaklah asrama bagi para calon dokter yang berasal dari berbagai tempat di Indonesia. Asrama yang berupa barak terbuka panjang yang didalamnya diletakkan ranjang-ranjang besi dan almari -almari bagi masing-masing siswa, menjadi kawah penggodokan ide-ide kebangkitan nasional Indonesia kala itu. Interaksi yang intens dari para siswa yang tinggal di asrama dan sekolah yang sama tersebut menjadikan berbagai diskusi mengenai pergerakan kebangkitan nasional timbul.

Diorama kegiatan diskusi mahasiswa STOVIA di asrama
Di bangunan yang sampai sekarang masih terawat dan terjaga tersebut, kita bisa membayangkan pada jaman dahulu bagaimana  para siswa pemuda menuntut ilmu dan mengolah rasa kebangsaan. Museum yang merupakan tempat yang bagus untuk belajar dan melihat langsung peninggalan-peninggalan perjuangan kebangkitan bangsa tersebut, sayangnya tidak begitu menarik banyak masyarakat untuk mengunjunginya. Nilai-nilai kebangkitan bangsa yang ingin dijaga dan dipertahankan melalui museum tersebut, jangan sampai menjadi ruang lengang  yang dilupakan oleh generasi penerus bangsa Indonesia tercinta ini. (Salemba, 22 Agustus 2014)




Foto para pendiri Budi Utomo

MENONTON PERTUNJUKAN WAYANG AIR DI VIETNAM

Jika anda berkunjung ke Hanoi, Vietnam, jangan lupa untuk melihat pertunjukan seni khas rakyat Vietnam yaitu Wayang Air (Water Puppetary Show). Tidak susah untuk menonton pertunjukan tersebut karena mereka melakukan show beberapa kali sehari dan hampir setiap hari sepanjang tahun pertunjukan itu dilaksanakan. Jadi tinggal memilih hari dan jam yang diinginkan saja, anda dapat menikmati kesenian unik yang tidak ada di Indonesia ini. Namun, mengingat banyaknya peminat yang menonton pertunjukan tersebut (turis), maka kadang anda dapat kehabisan tiket dan terpaksa harus menjadwal ulang keinginan menonton pertunjukannya.

Tiket yang dipatok tidaklah terlalu mahal, hanya 3-5 US$ per orang, tergantung posisi tempat duduknya, untuk pertunjukan yang kira-kira berlangsung selama 1 jam. Gedung pertunjukan terletak di depan Danau Hoan Kiem dan  berada di jantung ibu kota Vietnam tersebut.  Apabila anda datang terlalu awal, jangan khawatir, karena selain anda dapat melihat pemandangan danau yang indah, anda juga dapat mencicipi kuliner vietnam, khususnya sea food yang mereka jajakan secara terbuka di kaki lima. Di sekitar tempat pertunjukan juga banyak toko-toko yang menjual sovenir khas Vietnam berupa berbagai bentuk sulaman tangan, baik yang berupa tas, dompet maupun lukisan.

Pertunjukan yang dilaksanakan di Thang Long Theater ini menjadikan kolam yang berisi air sebagai panggung pertunjukannya. Selama pertunjukan berlangsung, satu grup musik tradisional lengkap dengan penyanyi dan awak yang berpakaian tradisional Vietnam, mengiringi jalannya pertunjukan. Sebenarnya, pertunjukan ini tidak lepas dari kegiatan sehari-hari rakyat Vietnam yang sebagian besar petani. Boneka boneka yang terendam air dan melakukan berbagai kegiatan seperti bertanam padi, memancing ikan, memanjat kelapa, menggembala kerbau, bermain barongsai dll menjadi menarik berkat kepiawaian para dalang yang menggerakkan para boneka tersebut dari balik tirai. Mereka juga ikut nyemplung di dalam kolam selama pertunjukan berlangsung.

Konon, Theater Thang Long tersebut didirikan sejak tahun 1969 dan sampai saat ini masih setia menghibur para turis/penonton yang mengunjungi Hanoi. Bayangkan saja andaikan hal yang sama juga terjadi dengan gedung pertunjukan Wayang Orang  kita di Jakarta yaitu Gedung Pertunjukan Wayang Orang Bharata di Pasar Senen. Tentunya dapat menjadi pelestari kebudayaan kita yang adi luhung, sekaligus sebagai penambah daya tarik wisatawan untuk berkunjung ke Jakarta. (Salemba, 22 Agustus 2014)