Tampilkan postingan dengan label Puisiku. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Puisiku. Tampilkan semua postingan

Senin, 10 November 2014

RAPUH

seperti sayap kupu kupu
rapuh meluruh
ketika hujan menyiram
serasa sangat kejam

merenungi kehidupan
akan dibawa kemana
memperkuat diri
mengusir rapuh

tak mungkin berharap pada angin
memberikan arah
kemana langkah kaki membawa

mengusir rapuh

seperti kupu-kupu
tersiram hujan

(Jakarta,
11 nopember 2014)

Rabu, 29 Oktober 2014

MENUNGGU TITIK HUJAN

Badan ini sudah mengering
tanah ini tak lagi memberiku kehidupan
rumput pun telah mencoklat,
yang biasanya memberi seri hijau di sekitarku

air, kemana kau pergi??

harapan lah yang membuatku bernafas satu satu
akan datangnya titik-titik hujan
membasahi pokok ku

musim ini begitu panjang, kemarau ini
menyedot seluruh roh kehidupanku

menunggu titik hujan turun....
setiap nafas adalah penantian

dalam harap
(30 Oktober 2014)

Selasa, 24 Juni 2014

PAGI MULAI SANGAT DINI DISINI

Pagi mulai sangat dini disini,
Hari masih pagi, tapi orang orang sudah sepi
Mereka mencari hari, berlomba dengan matahari

Pagi mulai sangat dini disini
Menikmati sepi
Tak tahu apa yang mesti aku lakukan
Sedini ini

Dulu mempertanyakan waktu,
Yang tak pernah cukup
Sekarang diberi banyak waktu
dipersilahkan semau kamu

Orang banyak yang tak bersyukur
walau pagi sangat mashur
(Pucangrejo,13 juni 2014)


Minggu, 01 Juni 2014

KEPADA GUA GARBAKU YANG SUNYI

Kau ada disana, merana
mempertanyakan burung bangau yang terbang
dengan paruh kosongnya

Kau sepi, sunyi dan dingin...
Hatikupun tak sanggup menghiburmu.....

Ada yang membeku
ada yang terpinggirkan
oleh sebuah penghianatan
kewanitaan

(Salemba, 17 Mei 2014)


Selasa, 13 Mei 2014

IF YOU LOVE

If you love, you will care
If you love, you will surrender
If you love, you will put her above you
If you love, you will protect
If you love, you will need her
If you love you will feel alone without her
If you love, there is unspeakable feeling storming inside you
if you love, you will know that you are granted with a great feeling human kind ever have,
if you love, love shall be enough for everything

(Jakarta, 14 May 2014)


Rabu, 11 September 2013

JIWA-JIWA YANG BERJUANG

Jiwa jiwa kami..berjuang berjuang berjuang
mencari titik temu, bertahan dalam perbedaan...

ditempa waktu
musim silih berganti...

jiwa jiwa kami berjuang.... untuk bertahan
karena hidup adalah sebuah pertahanan dan perjuangan
sampai nafas terakhir terhembus

beri kami kekuatan....
kepadaMU kami berserah

(12 september 2013)

Jumat, 06 September 2013

PAGI DI SEBUAH KOTA

Pagi itu, matahari masih bersembunyi
azan subuh...jalanan masih sepi

kutelusuri jalan berteman dingin dan angin
membawa resah hati
kuingin kesegaran menelusup di seluruh rongga jiwaku, mengusir desir hati
bahagiamu, adalah bahagiaku...
namun kenapa ada resah yang memintaku melirik ke bingkah kaca

menemukan sisi tak pasti

kutelusuri jalanan ini sendiri
berharap damai akan kembali bersemayam di hati
saat kukembali...
senyum kuharap tlah dapat merekah lagi...
bersama merekahnya sinar matahari
di pagi kota itu
 tempat separoh hatiku kutinggalkan
kuharap dia dapat menjaga mereka

tujuan jiwaku, saat resah meraja

(jakarta, 6 september 2013)

Rabu, 14 Agustus 2013

SEHELAI BULU ANGSA

Bagai sehelai bulu angsa...
tertiup angin...terbang menari tak tahu kemana akan mendarat
ke atas pohon hijaukah, atau rerumputan
bahkan di atas tumpukan kotoran hewan

sehelai bulu angsa, tertiup angin
tak henti berharap
menunduk dan mendongak
menghapus air mata

(14 agustus 2013)


Minggu, 28 Juli 2013

MERINDUKAN CEMARA

Desaunya di pucuk pucuk  hijau....
tersiram air mengharum,
menetes dari helai rambutnya...
bunganya buahnya, berjatuhan di rumput basah

aku merindukanmu, cemara
pada jajarmu yang menarikan damai
pada diammu yang hanya menyanyi kala angin mendesau

melukaimu, menangis , membawa aroma hutan dingin
dan pucuk gunung

aku merindukanmu...
sampai air mataku menyiratkannya
ingin memelukmu dalam dingin dan meraja alam

29 juli 2013



Minggu, 14 Juli 2013

SEMUA KARENA CINTA



Kumulai dengan cinta, kuakhiri dengan cinta

Jika kau cinta, kau selalu ingin dekat
Jika kau cinta, kau selalu ingin membuat bahagia
bahagia yang juga bahagimu

nafas ini tertarik, karena cinta
nafas ini diberikan, juga karena cinta
cinta dariNya kepada makhlukNya

apakah makhluk juga akan selalu mempersembahkan cinta
kepada penciptanya?

tersenyum karena cinta, memaafkan karena cinta

kumohon, biarkan nadiku dialiri cinta saja
darah-darahku membawa pesan cinta, saja
nadiku berdegub, mendegubkan cinta

maka, tak ada lagi duka
tak ada lagi nestapa

Kelezatan cinta, mendalam
mencipta kedamaian
hakiki
(Jakarta, 15 Juli 2013 -ramadhan 1434H)




Rabu, 10 Juli 2013

LUKA HATI

Luka hati seorang bidadari,
Yang telah meruntuhkan sayap-sayapnya
untuk mandi di kilau pelangi
demi seorang manusia bumi

Tangis si Nawang Sasi, ketika melihat bulan purnama
ketika rindu
tak juga dapat menumbuhkan sayapnya
untuk menyusul sang bunda
ke atas awan biru

luka hati itu,
ketika hari hari penuh peluh
tlah menghapuskan kesaktiannya
menjadi makluk belaka

dan, waktu tlah kembali mempertemukannya dengan selendangnya
mengembalikan sayapnya
ke tanah para dewa

luka hati sang bidadari
takkan membawanya kembali
ke bumi

(Jakarta, 10 Juli 2013)


LUNGLAI

Tak apa apa..
Meski tulang tulangku telah tercerabut satu demi satu
Meski kakiku tak dapat berdiri tegak
Hanya melata belaka,
Tak apa-apa

Meski dukaku ini milikku
bagai daun tak berbunga tak berbuah
hidup berdiri menentang indahnya pelangi
(Jakarta, 10 Juli 2013)



Senin, 18 Maret 2013

White Big Bear

Hug me, Hug me...
My White Big Bear
So warm, so warm..
Protect me from the hostile world outside

Your skin
your fur
your blanket
mine,


Roaring, spread your claws
beat the air, beat the enemy
and I am here
surrender to your giant body

For I am safe, now
in your embrace
(Jakarta, 18 March 2013)

Rabu, 06 Maret 2013

DI DEPAN CERMIN






Pagi ini aku bersemadi di hadapanmu,
Batangmu yang hanya sekepala, sebadan, atau seluruh diriku kau telan

Kemana larinya diriku yang dulu
Kemana larinya tirus pipiku
Kemana perginya bening mataku, manis senyumku, indahnya gigiku

Didepan cermin banyak orang mengutuk kutuk
Mencari dan mengingkari sebuah kenyataan diri

Masa-masa emas telah pergi, masa-masa itu telah menggelembung, tak lagi langsing
Bertanya tak usah
Laskar dirimu masih sama
Lihat hatimu adakah masih sama

Hatimu sayang, hatimu... biarkan dia tambah kaya, biarkan dia tambah berdaya
Tak usah dipikirkan cermin itu berkata apa

Inilah cerita sang waktu... semua telah terlewati
Semua telah kau alami, meninggalkan diri dengan ceritanya

Aku telah melewati bilangan itu
Waktuku, hidupku, jejaknya tertera di cermin
Mereka tak bohong sayanng, itulah kamu sekarang
Waktu yang bercerita di hadapan cermin
Kau adalah kau
Jiwamu tetap bersamamu,

Senyummu semakin mempesona
Kilat matamu menyinarkan daya
Kau tak sama dengan mereka, kau adalah istimewa
Cermin itu berkata sama, setiap kerutan yang menampakkan ujudnya
Hanyalah jejak  waktu yang telah dibatu

Menarik menarik, biarkan cermin berkata-kata
Jiwamu akan bercerita mengenai mimpi-mimpi dan hari hari yang telah kau lewati

tak akan sama, tak akan sama

pagi 19/11/08



GELAGAR LAHAR




Bagai lahar yang menggelegar
Leherku memerah berbara bara

Sudah hampir sebulan, kataku….
Dokter pun kusambangi, pun herbalis, pun mekanik

Mungkin harus menunggu seratus hari, ada yang bilang...
Aaah, betapa lelah malam-malamku bertarung dengan kuasa sang lahar
Panas menggelora, geli menggelitik
Gelinjang perut, memuntahkan lumpur setiap saat..
Maafkan aku, wahai lingkungan,,,,,
Lahar ini tak bisa kutahan

Menggelegak menggegak
Tumbal segala cairan, segala butiran, segala borehan telah diserahkan

Mungkin harus menunggu seratus hari katanya...

Aduh aduh aduh, merontak, sang penunggu leher
Tak mau! tak mayu! tak mau!,

Kenapa harus selama itu aku  menderita..., menyerah pada kehendak sang alam badan

Sudahlah,  sudahlah, berserah saja..., tak usah bertanya kenapa...
Hanya bagian dari siklus alam badan.... sesuatu yang biasa

Berserah saja pada alam badan, turuti maunya...
Biarkan lahar menggelegak, biarkan lumpur memuntah, biarkan ....

Turuti maunya alam badan

Tak usah bertanya, tak usah terlalu dipikirkan...

Suatu saat dia akan pergi juga,
Lingkungan sudah memaafkan, badanku sudah memaafkan

Biarkan lahar menggelegar.... tetap  berusaha, tak usah bertanya

19/11/2008







ORANG-ORANG DI TANAH ABANG



Perut ini masih sama kosong
Langkah ini mungkin melambat
Tapi api kulihat di tanah abang
Orang yang bersemangat dan berpeluh
Berjuang bersenggolan, menyibak jalannya

Ditangannya berbuntel2 kain warna warna
Sekotak sarung mungkin ada juga
Meski peluh bercucuran

“Awas! Awas! Awas!, air panas mau lewat”
Kuli angkutpun bermandikan api
Pengharapan, sebuah puncak kejayaan

Berkarung uang akan kudapat sampai sore merah nanti
Menghitung laba yang sudah terbayang dimata
Setahun dalam bara
Sebulan ini dilalap api.......

Aaah orang berjualan es buah benar menggoda selera
Ibu ibu melirik penuh minat, peluh bercucuran, kerongkongan kering menawar
Aaah godaaan, teringat tabungan setahun yang sebentar lagi akan disetor pada
Tanah Abang

7/9/08

TEMBANG TEGUH





Ketika aku menyusut,
Merengut bagai kain yang kusut
Dalam angan penuh tanya
Kenapa bintangku tak jua datang
Matahari entah kemana

Slalu kedendangkan tembang teguh
Kusebut namaMu, kusebut namaMu
Dalam yakin aku berserah
Dalam tanya, slalu kuingat namaMu
KuasaMu seluas lautan tak berbatas
Yang hanya segenang kecil air  tanahmu yang maha luas

Dendangku, mohonkan berirama
Dendangku melipur lara
Dendangku menyusun kawat2 beton
Meripuh dalam susunan waktu
Membangun dinding yakin

Yang kuharapkan hanya ridhoMu
Yang kuinginkan hanya surgaMu
7/9/08


KETIKA KUDISENTUH



Ketika tanganku disentuh….
Oleh sapaan dan ciuman kecil…
Merana dada tersiram bahagia
Betapa sangat sederhana
Keajaiban sebuah sentuhan...
Bocah2 berkerudung ceria
Memanggil-manggil nama...
Aku bahagia

6 /9/08