Tampilkan postingan dengan label Perjalanan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Perjalanan. Tampilkan semua postingan

Rabu, 21 Oktober 2015

BERTEMU LAPU-LAPU, PAHLAWAN FILIPINA DARI PULAU CEBU

Patung Lapu-Lapu di Pulau Mactan, Cebu-Filipina
Kunjungan ke  Cebu, Filipina tidak akan lengkap tanpa mampir ke tempat Lapu-Lapu. Sebenarnya, Lapu-Lapu adalah nama pahlawan Filipina dari Pulau Mactan, Cebu yang membunuh Ferdinand Magellen, penjelajah Spanyol yang berhasil mengelilingi dunia. Magellen dibunuh oleh Lapu-lapu pada suatu senja tanggal 27 April 1521 dipinggir pantai Pulau Mactan di Cebu, Filipina pada peperangan yang dikenal dengan nama Battle of Mactan atauPertempuran Mactan. Lapu-lapu dianggap sebagai pahlawan pertama Filipina yang berjuang mengusir penjajah Spanyol dari tanah Filipina. Karena perjuangan Lapu-lapu tersebut, penguasaan Pulau Mactan oleh Portugas tertunda selama 40 tahun  walaupun daerah lainnya sudah dikuasai.

Prasasti menandai serangan Lapu-lapu terhadap Ferdinand Magellen
Prasasti di titik dimana Lapu-lapu meninggal
Konon Lapu-lapu adalah pendatang dari Pulau Kalimantan yang mendapatkan hak istimewa untuk berkuasa di wilayah Mactan, Filipina. Lapu-lapu disebut juga sebagai Lapulapu Damintag, bersama dengan pasukannya yang berjumlah 1.500 orang bersenjatakan pedang, panah dan bambu runcing menyerang armada Spanyol yang dipimpin oleh Ferdinand Magellen. Magellen terluka di kaki oleh panah beracun dan kemudian meninggal. Legenda Kepahlawanan Lapu-lapu membuat Pemerintah Filipina mendirikan patung Lapu-lapu di Mactan, Cebu-Filipina dan di Manila. Dinas Pemadam Kebakaran dan Kepolisian Filipina memasukkan figur Lapu-lapu didalam simbol organisasinya.

Penggambaran Pertempuran Mactan (the Batle of Mactan)
Di Mactan, Cebu-Filipina, Patung Lapu-lapu didirikan menghadap Pantai dimana dia dulu menunggu tentara Portugis menyerang daratan Filipina. Tempat dimana Lapu-lapu membunuh Magellen sekarang didirikan tugu prasasti guna mengingatkan generasi muda Filipina akan perjuangan Lapu-lapu. Komplek tersebut terkenal dengan sebutan "Lapu-Lapu Shrine"atau tempat penghormatan kepada Lapu-lapu. Kisah perjuangan Lapu-lapu tersebut begitu tercatat rapi dalam sejarah mengingat pada armada Magellen terdapat Antonio Pigafetta yang mendokumentasikan segala hal yang terjadi dalam perjalanan Magellen mengelilingi dunia. (Jakarta, 21 Oktober 2015)



Minggu, 27 September 2015

KAMPUNG AYER, MELIHAT BRUNEI DARI ATAS PERAHU

Kampung Ayer dari kejauhan
Mengunjungi ibu kota Brunei Darussam, Bandar Seri Begawan, tidaklah lengkap tanpa mengunjungi Kampung Ayer (Kampung Air).  Disebut Kampung Air karena memang kampung tersebut berdiri di atas air (Sungai). Konon, kampung tersebut sudah ada sejak 1000 tahun yang lalu dan jumlah penduduk yang tinggal di Kampung Ayer sekitar 39.000 orang, yang berarti 10 persen dari penduduk negara Brunei Darussalam tinggal di Kampung Ayer tersebut. Kmapung Ayer disinyalir merupakan kampung di atas air terbesar, bahkan dijuluki dengan Venice dari Timur.

Kampung Ayer
Rumah-rumah kayu di Kampung Ayer dihubungkan dengan jembatan. Untuk mereka yang akan beraktifitas agak jauh, rata-rata tiap rumah memiliki speed boat, baik untuk membawa mereka beraktifitas di daratan setiap hari maupun ke wilayah lain di kampung tersebut.

Kampung tersebut juga cukup lengkap, dengan berbagai fasilitas seperti sekolah, mesjid, kantor polisi, toko-toko, museum, rumah pemadam kebakaran, bahkan rumah sakit juga ada di kampung tersebut. Sehingga masyarakat tidak perlu bergerak terlalu jauh guna memenuhi keperluannya sehari-hari. Banyak pula penduduk kampung air yang bekerja di daratan, namun mereka tetap memilih untuk tinggal di Kampung Ayer. Setiap hari, mereka menggunakan transportasi speed boat yang akan membawa mereka tiap hari ke tempat aktifitasnya.

Mesjid Sultan di Sebrang Kampung Ayer
Di sebrang kampung Ayer, terdapat pula Mesjid Sultan yang sangat indah. sehingga ketika paggilan waktu sholat magrib tiba, pemandangan kaum muslimin yang melaksanakan sholat di Mesjid tersebut merupakan keindahan yang sangat menyentuh hati. (Jkarata, 28 September 2015)



MENGUNJUNGI SAKURAJIMA, GUNUNG BERAPI PALING AKTIF DI JEPANG

Gunung Sakurajima dilihat dari Kagoshima
Sakurajima adalah nama gunung berapi yang terletak di Pulau Kyushu, Jepang, tepatmya di Kagoshima Prefecture. Gunung berapi tersebut merupakan salah satu destinasi wisata yang cukup populer di Jepang. Pemerintah Kota Kagoshima sangat pandai menyulap gunung berapi dan keindangan alamnya sebagai sebuah obyek wisata yang menarik turis untuk berkunjung ke pulau di ujung bawah Jepang ini.

Aliran Lava Gunung Sakurajima membentuk lembah


Kenapa disebut gunung berapi paling aktif? karena letusan gunung berapi tersebut sangat sering terjadi. Dalam sehari, terjadi 5-10 letusan kecil. Dalam setahun, gunung berapi tersebut telah meletus sebanyak 650 kali. Jadi masyarakat di Pulau Sakurajima sangat bersahabat dengan aktifitas gunung Sakurajima yang sangat aktif tersebut. Masyarakat di Pulau Sakurajima bahkan sudah menyediakan kanting plastik warna kuning cerah, dimana dia dapat mengumpulkan abu-abu vulkanik muntahan dari gunung berapi tersebut. Pembersihan yang cukup sering harus dilakukan, mengingat tiap kali meletus, gunung tersebut memuntahkan abu yang harus dibersihkan setiap saat. Kondisi tersebut mempengaruhi bentuk kuburan orang Jepang yang tinggal di Pulau Sakurajima, yaitu atap, guna melindungi dari abu muntahan gunung yang cukup sering tersebut. Bahkan abu Gunung Sakurajima dikemas dalam kantong kantong kecil, sebagai sovenir bagi turis.

Pemandangan dari Sakurajima Observatory, pulau disebrang adalah Kagoshima City
Apabila akan mengunjungi Gunung Sakurajima, pengunjung harus naik kapal ferry selama 30 menit dari Kagoshima ke pulau Sakurajima. Dari dermaga ferry tersebut, telah menunggu bis-bis yang antara lain akan membawa pengunjung ke tempat observatory agar dapat melihat gunung Sakurajima dengan lebih jelas. Pemandangan alam yang indah, serta kebersihan lingkungan dan cerita mengenai gunung Sakurajima beserta aktifitasnya, mampu menarik minat banyak orang untuk datang.

Sebagai orang yang berasal dari negara yang banyak memiliki gunung berapi, melihat gunung berapi bukan merupakan hal yang aneh. Tetapi melihat bagaimana gunung berapi tersebut dapat dikemas menajadi  obyek wisata yang menarik, dapat menjadi contoh yang patut ditiru. (Jakarta, 28 September 2015)








Senin, 13 Juli 2015

MENGUNJUNGI WISATA ALAM MANGROVE JAKARTA

informasi dan fasilitas yang ada di wisata alam mangrove
Mungkin belum banyak yang tahu kalau ternyata  metropolitan Jakarta yang hingar bingar memiliki terdapat sebuah taman wisata alam mangrove.  Taman tersebut letaknya di daerah Angke Kapuk, persis di samping areal perumahan mewah Pantai Indah Kapuk.

jalan setapak menuju tengah hutan mangrove
Apabila berkendara ke arah Bandar Udara Soekarno Hatta, dengan melewati tol, sebelum masuk ke bandara, terdapat tanda arah menuju Pantai Indah Kapuk. Wisata Alam Mangrove terletak di belakang Kantor Pusat Tzu Chi yang ada di Pantai Indah Kapuk. Terdapat petunjuk arah menuju wisata alam mangrove Jakarta sehingga sangat mudah menemukan lokasi obyek wisata mangrove ini.

keindahan alam hutan bakau
Di pintu masuk obyek wisata, setiap pengunjung diharuskan membayar tiket 25 ribu dan 10 ribu rupiah untuk biaya parkir mobil. wilayah wisata mangrove pada dasarnya adalah hutan mangrove di pinggiran Jakarta yang disulap menjadi obyek wisata alam yang menarik. Selain fasilitas menikmati keindahan alam mangrove yang unik, obyek wisata ini juga menyediakan fasilitas untuk berkemah, outbond dan juga villa penginapan serta ruang pertemuan.
tenda kayu fasilitas untuk berkemah

menelusuri hutan mangrove dengan perahu kayu
Rakit
Obyek wisata ini juga menyediakan paket pernikahan dengan memakai ruang pertemuan dan villa yang disediakan di lokasi, termasuk villa untuk honey moon pengantin. Bagi yang suka berkemah, tempat ini juga menyediakan bangunan kayu berbentuk segitiga seukuran tenda yang dapat disewa sehingga pengunjung tidak perlu repot-repot membawa tenda dari rumah. Fasilitas toilet duduk yang bersih juga mushola yang berbentuk rumah kayu dapat memenuhi keperluan pengunjung apabila ingin berlama-lama menikmati keindahan alam. Di dalamnya jugab terdapat kantin dan juga fasilitas sewa perahu bagi yang ingin menyelusuri daerah mangrove ini dengan sewa Rp. 400 ribu/perahu. Tempat ini juga langsung menyambung ke pantai di wilayah kapuk.

Keindahan dan keunikan alam obyek wisata ini juga sering dibuat untuk lokasi pemotretan pre weeding dengan biaya paket Rp. 1 juta rupiah dan untuk shooting dengan biaya paket 5 juta rupiah. Bagi yang senang melakukan pengamatan burung, di obyek wisata ini juga terdapat jalur setapak dari kayu yang melewati wilayah hutan mangrove untuk melakukan pengamatan burung. Wilayah ini juga menupakan jalur yang cukup menantang bagi para biker, penggemar olah raga sepeda. Bagi pecinta alam dan ingin menyelamatkan lingkungan manrove, tersedia juga paket menanam tanaman bakau. So...kenapa tidak mencoba menikmati liburan yang bersuasana alam yang tentunya sudah langka di kota Jakarta ini. (Jakarta, 13 Juli 2015)


plakat organisasi yang telah ikut aktifitas menanam bakau







Rabu, 03 Juni 2015

PENTAS LUMBA-LUMBA DI PANTAI CAHAYA, KENDAL

Pantai Cahaya adalah salah satu obyek wisata pantai yang sedang naik daun di Kabupaten Kendal-Jawa Tengah. Pantai tersebut berlokasi di desa Sendang Sikucing, Kecamatan Rowosari-Kabupaten Kendal. Dari jalan raya pantura Jakarta-Semarang, tepatnya dari kota  Weleri,  masuk sekitar 10 km lagi untuk mencapai pantai Cahaya. Sebenarnya di daerah tersebut terdapat 2 obyek wisata pantai. Satu adalah Pantai Sendang Sikucing dan satu adalah Pantai Cahaya. Kedua Obyek wisata tersebut berlokasi di desa yang sama yaitu desa Sendang Sikucing, Kecamatan Rowosari.

Keindahan Pantai Sendang Sikucing sudah lama terkenal untuk masyarakat daerah Kendal dan sekitarnya. Pantai landai dengan pasir hitamnya yang bersih dan pemandangan alamnya yang indah merupakan tempat yang cocok untuk membawa keluarga berwisata murah tapi berkualitas. Banyak yang menggunakan kesempatan berwisata ke pantai tersebut untuk mandi-mandi dan bermain di pasir pantainya yang bersih.

Pantai Cahaya pada awalnya merupakan tempat konservatorium lumba-lumba. Konon lumba-lumba yang ditangkap di laut jawa tersebut kemudian dilatih di pantai cahaya sebelum dibawa ke Ancol, Jakarta tempat pertunjukan lumba-lumba dipentaskan. Namun lama kelamaan aktifitas pelatihan lumba-lumba tersebut menarik perhatian masyarakat sekitarnya karena merupakan hal yang langka dapat melihat hewan mamalia air yang lucu itu beraksi. Karena banyaknya animo masyarakat, pihak pengelola akhirnya membuka kesempatan kepada masyarakat umum untuk menyaksikan pertumjukan lumba-lumba. Pada awalnya bangunan pertunjukan lumba-lumba yang terletak di tepi pantai tersebut masih barupa bangunan yang terletak diantara rumah penduduk. Lahan parkir kendaraan bermotor bagi pengunjung pun berada di sekitar halaman rumah penduduk yang berada di sekitar pantai.


Pada lebaran tahun 2012, Pantai Cahaya bertransformasi menjadi apa yang saat ini ada. Berbagai fasilitas tambahan untuk kenyamaan pengunjung dibangun di tempat tersebut baik tempat parkir yang luas, tempat bermain anak, kereta kelinci, kebun binatang kecil, saung-saung di pinggir pantai, toilet,  pohon-pohonan rindang maupun wanaha air yang bernama Water King yang salah satu andalannya adalah kolam apung seperti di daerah mediterania. Nama Pantai Cahaya juga direbranding menjadi "the Sea". Konon pengelola juga tidak segan-segan beriklan di berbagai media agar keberadaan pantai tersebut dapat diketahui secara luas oleh masyarakat di Jawa Tengah. Upaya tersebut agaknya cukup berhasil melihat bis-bis pariwisata dari berbagai daerah yang rajin mengunjungi tempat tersebut membawa rombongan-rombongan pewisata. Selain wisatawan biasa, Pantai Cahaya juga sangat populer bagi anak sekolah dari tingkat Taman Kank-Kanak, Sekolah Dasar, Sekolah Menengah Pertama maupun atas. Keberadaan pentas lumba-lumba menjadi magnet utama orang berwisata ke Pantai Cahaya.


Tiket Masuk ke Pantai Cahaya cukup terjangkau, cukup dengan Rp. 15.000 orang sudah dapat menikmati keindahan Pantai Cahaya. Untuk pertunjukan lumba-lumba, pengunjung diminta untuk membayar Rp. 35.000/orang. Untuk berkunjung ke Water King pun terdapat bea tambahan yang harus dibayar. Pertunjukan lumba-lumba yang berlangsung sekitar 45 menit tersebut cukup menarikperhatian dan menjadi hiburan yang lain. Dalam sehari, pertunjukan dilaksanakan 4 x yaitu jam 09.00 WIB, 11.00 WIB. 13.00 WIB dan 15.00 WIB. Selain itu kabarnya mereka juga menyediakan sesi terapi bersama lumba-lumba untuk penyakit autis dll.

Pertunjukan lumba-lumba digabungkan dengan aneka satwa lainnya yaitu burung nuri jambul kuning, bangau tong tong, dan lingsang.  Melihat burung nuri yang cerdas bermain huruf-huruf  yang  membentuk kata-kata yang menunjukkan nama dan ucapan selamat datang, burung bangau tong tong yang dapat diminta nongkrong ditempat yang ditunjukkan oleh pelatihnya, melihat 2 hewan lingsang yang cerdas dengan berbagai permainan serta pertunjukan kecerdasan maupun kelihaian akrobatik 4 lumba-lumba yang telah dilatih sangatlah menghibur. Lumba-lumba tersebut dapat menjawab soal penambahan maupun perkalian dengan benar, amazing! Pertunjukan ditutup dengan penawaran foto bersama dengan lumba-lumba bagi para penonton yang ingin membawa kenangan yang tak terlupakan bersama lumba-lumba. Tentu saja diperlukan biaya tambahan untuk dapat berfoto dengan lumba-lumba tersebut.

Daya tarik Pantai Cahaya di Kabupaten Kendal dengan pertunjukan lumba-lumbanya yang mungkin satu-satunya di Jawa Tengah ini, sayangnya kurang didukung dengan akses inftrastruktur jalan yang mulus. Banyak bagian jalan menuju pantai Cahaya ini yanng telah rusak dan berlubang. Kondisi ini akan semakin parah bila musim hujan tiba. Untuk itu, dukungan Pemda Kabupaten untuk memperhatikan perbaikan akses jalan menuju pantai cahaya ini sangat diperlukan, sehingga semakin banyak masyarakat yang akan tertarik untuk datang dan melihat pentas lumba-lumba di Pantai Cahaya, Kendal. (Jakarta, 3 Juni 2015)






















Rabu, 27 Mei 2015

ISLAM DI RUSIA DAN MENGUNJUNGI MESJID BIRU DI KAZAN, RUSIA

Awal April 2015 lalu, saya berkesempatan untuk mengunjungi negeri beruang putih, Rusia. Kunjungan ke Rusia ini merupakan kunjungan saya yang pertama dan banyak kesan serta pengetahuan yang saya terima selama berkunjung kesana. Cerita yang menyebutkan bahwa Rusia adalah negara dingin, benar adanya. Awal bulan April, saya disambut dengan cuaca 3 derajat celcius ketika mendarat di Bandara Domodedovo, Rusia. Terpaksa perlengakapan musim dingin segara dikenakan, termausk jaket, sarung tangan, syal dan penutup kepala. Kalau tidak, langsung pusing dan bisa sakit jadinya di negeri orang. So... jangan harap bisa mejeng tampil cantik dengan perlengakapan yang berat itu. Rusia sebagai negara yang tertutup, ternyata tidak juga. Nyatanya di Bandara banyak toko yang menggunakan mata uang dollar amrika dan Euro untuk transaksi.

Kedua, saya baru tahu bahwa ternyata  penganut agama islam di Rusia adalah terbesar kedua setelah penganut kristen ortodok! Dalam pelajaran yang saya terima di sekolah dan  berdasarkan penetahuan saya selama ini, Rusia adalah negara Komunis terbesar yang penduduknya adalah penganut Atheis.  Sangat kaget saya bahwa ternyata di bandara Domodedovo, salah satu bandara terbesar di Moscow, mereka menyediakan fasilitas mushola untuk beribadah umat muslim. Saya tidak tahu apakah di negara-negara non muslim seperti di eropa mereka menyediakan fasilitas ini di bandaranya.

Minimnya informasi mengenai Rusia di Indonesia membuat anggapan-anggapan lama sangat tertanam erat di pikiran orang Indonesia mengenai Rusia. Kunjungan ke Rusia kali ini benar-benar membukakan mata saya bahwa sebenarnya kita lebih dekat dengan penduduk Rusia dibandingkan dengan penduduk Eropa dan Amerika, dari segi religi. 

 KAZAN, REPUBLIK TATARSTAN
Negara Rusia adalah negara yang berbentuk federasi dan beribukota di Moskow. Di dalam Rusia, terdapat negara-negara lain yang tergabung dalam federasi tersebut, salah satunya adalah Republik Tatarstan yang beribukota di Kazan. Kazan adalah salah satu kota industri yang besar di Rusia. Dari Moskow, kita harus naik pesawat lagi selama 1 jam. Disitu banyak terdapat industri berat seperti pabrik pembuatan helikopter maupun pabrik peralatan rumah sakit yang canggih. Yang menarik dari Republik Tatarstan ini adalah bahwa mayoritas penduduk  Tatarstan adalah beragama Islam yaitu sebesar 60%.

Selama ini saya beranggapan bahwa islam di eropa berada di negara Turki saja. Ternyata islam di Tatarstan, negara yang masuk ke dalam wilayah Federasi Rusia ini adalah mayoritas. Dengan persamaan keyakinan seperti itu, Rusia bisa menjadi salah satu destinasi wisata religi baru bagi turis Indonesia, tidak hanya terbatas ke Turki saja. Melihat bagaimana masyarakat menjalankan ibadah di negara yang berhawa dingin seperti Tatarstan ini sangat menarik. Awal bulan April yang lalu, sungai-sungai di Kazan masih membeku dan hujan salju masih sering turun di wilayah tersebut. Cuaca juga masih turun sampai minus 2 di bulan april. Kazan juga memiliki even tahunan besar seperti pameran produk halal dunia. Tarian khas di Kazan mirip juga dengan budaya Turki. Mereka menggunakan kendang dan rebana juga untuk mengiringi tariannya.

MESJID BIRU, KAZAN
Mesjid Biru merupakan simbol dari islam di Rusia, khususnya di Republik Tatarstan. Replika maupun gambar Mesjid Biru dipasang dibanyak sovenir-sovenir khas Kazan baik piring-piring, bola salju, dan segala bentuk sovenir lainnya. Mesjid tersebut disebut sebagai Mesjid Biru karena kubahnya yang berwarna biru cerah dan gedung berwarna putih. Tapi jangan rancu dengan bangunan berkubah-kubah lainnya karena banyak bangunan kuno di Rusia yang atapnya berbentuk kubah. Perlu dilihat dengan seksama hiasan apa yang ada di puncak kubahnya, bulan sabit, atau salib? karena bangunan gereja di Rusia juga banyak mempergunakan atap berbentuk kubah.

Mesjid biru terletak di dalam komplek Kazan Kremlin. Awalnya saya pikir kremlin hanya ada di Moskow sebagai pusat pemerintahan Rusia. Namun ternyata yang bernama kremlin adalah sebuah komplek yang dikelilingi tembok memutar dan biasanya didalamnya terdapat berbagai bangunan-bangunan pemerintahan yang penting disitu dan juga tempat ibadah.

Memasuki mesjid biru, awalnya saya bingung mencari pintu masuk untuk perempuan, karena saya masuk dari bagian belakang mesjid. Ternyata pintu masuk untuk perempuan dan laki-laki, sama saja, dari pintu utama. Pintu utama masjid terbuat dari kayu yang kokoh. Begitu masuk, langsung disambut dengan petugas yang meminta kita untuk menutup sepatu kita. Semua yang akan masuk ke mesjid diminta untuk membungkus sepatunya dengan plastik berbentuk selongsong sepatu untuk menjaga kebersihan dan kesucian tempat tersebut. Untuk plastik tersebut, kita diminta untuk membayar beberapa rubel. Di kanan dan kiri pintu masuk bagian dalam masjid, terdapat juga kios sovenir kecil. Rupanya selain berfungsi sebagai tempat ibadah, masjid tersebut juga merupakan obyek wisata. terdapat bagian khusus di sebelah pinggir ruangan masjid, sehingga para turis juga bisa   melihat bagian dalam masjid.

Tempat sholat mesjid biru tersebut ternyata terletak di lantai dua. Terdapat tali penutup berwarna merah dimuka tangga menuju ke bagian lantai dua, sehingga  orang yang tidak berkepentingan dilarang untuk naik ke atas. Pada awalnya saya bingung karena tidak melihat ruangan sholatnya, ternyata tali berwarna merah yang menuju ke lantai atas tersebut dapat dibuka dan ditutup. Di mesjid tersebut banyak disediakan bangku-bangku untuk duduk. Baik untuk mempermudah orang untuk memakai selongsong sepatu, maupun untuk ketika orang memakai dan membuka sepatu ketika akan memasuki ruangan sholat.

Ruangan Sholat di mesjid tersebut ditutup dengan karpet lembut dan tebal, mungkin karena cuaca dingin disana sehingga orang memerlukan karpet yang tebal untuk melakukan aktifitasnya. Langit-langit bagian dalam ruangan sholat dihiasi dengan mozaik-mozaik warna biru dan kaca patri yang indah. Langit-langit yang tinggi membuat ruangan sholat terasa lega dan dingin membuat kita betah berlama-lama di dalamnya. Konon penduduk Rusia beraliran Sunni sehingga tata cara beribadah mereka juga tidak begitu berbeda dengan di Indonesia. Namun panggilan Sholat/adzan tidak disiarkan melalui pengeras suara sehingga umat muslim disana harus menjaga waktu sholat mereka masing-masing dengan memperhatikan jadwal sholat yang telah diedarkan. (Jakarta, 28 Mei 2015|)



















Minggu, 19 Oktober 2014

MENENGOK FASILITAS TRANSPORTASI DAN TOILET UMUM DI PERTH, AUSTRALIA

suasana Kota Perth-Australia
Hidup di negara maju memang penuh dengan fasilitas dan kenyamanan. Lalu lintas yang lancar dan tertib, angkutan umum yang bagus, tepat waktu, banyak dan bersih. Kota yang teratur dan indah serta  berbagai kemudahan-kemudahan lainnya. Australia sebagai negara tetangga Indonesia adalah salah satu negara maju yang dekat dengan Indonesia dari segi jarak. Kehidupan di Australia tidak jauh berbeda dengan kehidupan di negara-negara eropa, karena negara yang pernah diperintah oleh Inggris ini memang kebanyakan berpenduduk yang nenek moyangnya berasal dari benua eropa, beberapa ratus tahun yang lalu. Tata kehidupan dan pemerintahan di Australia pun tidak jauh berbeda dengan Eropa.



TRANSPORTASI


Pesawat Garuda di Bandara Perth
Perth sebagai kota yang terletak di wilayah barat Australia  adalah kota yang istimewa. Tidak hanya karena banyak orang Indonesia yang tinggal atau  mengirimkan anaknya bersekolah di kota ini, tetapi juga dari hitungan jarak, Perth dapat ditempuh hanya 4 jam dari Bali dan 4.5 jam dari Jakarta.  Jadi terbang ke Perth lebih dekat dibandingkan dengan terbang ke Jayapura dari Jakarta. Demikian juga bagi penduduk Perth, terbang ke Bali yang hanya 4 jam  lebih dekat dibandingkan terbang dari Perth ke Sydney yang 4.5 jam.  Pesawat Garuda  terbang setiap hari ke Perth pun menjadi maskapai favorite turis-turis Australia yang akan berlibur ke Bali. Tingginya okupansi Garuda Indonesia, membuktikan bahwa Indonesia khususnya Bali masih menjadi destinasi wisata terfavorit bagi turis Australia.


Salah Satu Bis Gratis itu, si Kucing Biru atau Blue CAT
Perth juga memiliki pelayanan bus umum GRATIS yang beroperasi di area pusat Perth yang bernama Transperth CAT (Central Area Transit). Bus umum CAT yang bersimbolkan seekor kucing atau cat dalam bahasa Inggris yang dikelilingi lingkaran warna biru atau merah atau hijau atau kuning.  Tiap warna memiliki rute yang berbeda-beda yang di halte-halte tertentu dapat bersinggungan rutenya. Seperti busway yang beroperasi di Jakarta, setiap menuju halte pemberhentian, aku muncul tulisan pemberitahuan halte di depan sebelum dia berhenti. Jadi penumpang yang belum hafal lokasi-lokasi halte di Perth, dapat bersiap dan bergegas apabila halte yang akan ditujunya telah dekat. Jadi mobilitas tiap penduduk Perth yang tinggal di tengah kota, berjalan dengan lancar dan tanpa biaya! betapa enaknya.

TOILET DI PERTH

Salah satu hal yang menyenangkan bila berkunjung ke Australia adalah fasilitas toilet umumnya yang bersih dan kering. Budaya orang barat yang lebih menyukai toilet kering merupakan salah satu alasan kenapa mereka tidak menyediakan air untuk membersihkan diri setelah buang air kecil, tetapi kertas toilet yang selalu tersedia. Fasilitas toilet kering memang sudah merupakan hal yang jamak di negara-negara maju, termasuk  di bandara-bandaranya.
vending mesin penyedia sikat dan pasta gigi itu



Dalma pengalaman saya berkunjung ke beberapa toilet di negara-negara maju, saya sering melihat toilet yang dilengkapi dengan alat vending mesin yang menyediakan pembalut wanita. Cukup dengan memasukkan uang kecil jumlah tertentu, kita sudah bisa mendapatkan pembalut yang kita inginkan. Jadi apabila tamu bulanan tiba-tiba datanng diwaktu yang tidak kita duga, cukup membuat kita lega karena ada mesin penjual pembalut wanita di toilet wanita.

vending mesin penyedia keperluan wanita lainnya
Saya pernah juga melihat vending mesin yang menjual pasta gigi dan sikat gigi sekali pakai, khususnya di bandara. Jadi para penumpang yang melakukan penerbangan malam, dapat merapikan diri dan membersihkan dirinya terlebih dahulu, termasuk bergosok gigi sebelum keluar bandar udara menemui penjemputnya. Mulut segar dan bersih, percaya diripun meningkat. Di bandara Perth, selain pasta gigi dan sikat gigi, terdapat vending mesin lain yang sangat memanjakan pengunjungnya. Cukup dengan uang kecil AUS$ 2 (dua dollar Australia)  atau setara dengan uang Rp. 22.000 (dua puluh dua ribu rupiah), dapat dipilih berbagai pernak pernik yang mungkin sibutuhkan oleh kaum wanita ketika berada di toilet baik dalam rangka mematut diri maupun alasan khas wanita lainnya. Peralatan wanita yang disediakan di toilet tersebut adalah
  • pembalut wanita
  • tampon wanita
  • survival kit yang terdiri atas 2 karet ikat rambut, 2 peniti dan 4 penjepit rambut
  • lip glos
  • parfum
  • permen mint
Jadi keluar dari toilet wanita, penampilan paripurna pun terlihat,  rambut  terikat dan terjepit rapi, bibir merah mengkilat segar dan badan wangi. Apakah tidak termanjakan wanita-wanita yang mengunjungi toilet bersih dan kering di Perth ini ?! Jadi bertanya-tanya, kapan ya toilet umum di Jakarta bisa seperti ini?

(Jakarta, 20 Oktober 2014)

Jumat, 22 Agustus 2014

MENONTON PERTUNJUKAN WAYANG AIR DI VIETNAM

Jika anda berkunjung ke Hanoi, Vietnam, jangan lupa untuk melihat pertunjukan seni khas rakyat Vietnam yaitu Wayang Air (Water Puppetary Show). Tidak susah untuk menonton pertunjukan tersebut karena mereka melakukan show beberapa kali sehari dan hampir setiap hari sepanjang tahun pertunjukan itu dilaksanakan. Jadi tinggal memilih hari dan jam yang diinginkan saja, anda dapat menikmati kesenian unik yang tidak ada di Indonesia ini. Namun, mengingat banyaknya peminat yang menonton pertunjukan tersebut (turis), maka kadang anda dapat kehabisan tiket dan terpaksa harus menjadwal ulang keinginan menonton pertunjukannya.

Tiket yang dipatok tidaklah terlalu mahal, hanya 3-5 US$ per orang, tergantung posisi tempat duduknya, untuk pertunjukan yang kira-kira berlangsung selama 1 jam. Gedung pertunjukan terletak di depan Danau Hoan Kiem dan  berada di jantung ibu kota Vietnam tersebut.  Apabila anda datang terlalu awal, jangan khawatir, karena selain anda dapat melihat pemandangan danau yang indah, anda juga dapat mencicipi kuliner vietnam, khususnya sea food yang mereka jajakan secara terbuka di kaki lima. Di sekitar tempat pertunjukan juga banyak toko-toko yang menjual sovenir khas Vietnam berupa berbagai bentuk sulaman tangan, baik yang berupa tas, dompet maupun lukisan.

Pertunjukan yang dilaksanakan di Thang Long Theater ini menjadikan kolam yang berisi air sebagai panggung pertunjukannya. Selama pertunjukan berlangsung, satu grup musik tradisional lengkap dengan penyanyi dan awak yang berpakaian tradisional Vietnam, mengiringi jalannya pertunjukan. Sebenarnya, pertunjukan ini tidak lepas dari kegiatan sehari-hari rakyat Vietnam yang sebagian besar petani. Boneka boneka yang terendam air dan melakukan berbagai kegiatan seperti bertanam padi, memancing ikan, memanjat kelapa, menggembala kerbau, bermain barongsai dll menjadi menarik berkat kepiawaian para dalang yang menggerakkan para boneka tersebut dari balik tirai. Mereka juga ikut nyemplung di dalam kolam selama pertunjukan berlangsung.

Konon, Theater Thang Long tersebut didirikan sejak tahun 1969 dan sampai saat ini masih setia menghibur para turis/penonton yang mengunjungi Hanoi. Bayangkan saja andaikan hal yang sama juga terjadi dengan gedung pertunjukan Wayang Orang  kita di Jakarta yaitu Gedung Pertunjukan Wayang Orang Bharata di Pasar Senen. Tentunya dapat menjadi pelestari kebudayaan kita yang adi luhung, sekaligus sebagai penambah daya tarik wisatawan untuk berkunjung ke Jakarta. (Salemba, 22 Agustus 2014)









Jumat, 15 Agustus 2014

MENGUNJUNGI PUTRI DUYUNG DI KOPENHAGEN

Bagi penggemar cerita dongeng anak-anak, nama H.C. Anderson sangatlah familiar. Tokoh yang lahir di Denmark tersebut memang merupakan maestro cerita dongeng anak yang sudah terkenal di seantero dunia. Dongeng-dongeng karyanya sudah diterjemahkan dalam berbagai bahasa maupun sudah diangkat dalam berbagai film dan pertunjukan. Siapa yang tidak kenal dengan cerita Cinderella dan Sepatu Kaca, Peter Pan? Cerita cerita indah tersebut telah mengantarkan jutaan anak di dunia memasuki dunia imajinasi. Salah satu dongeng karyanya yang terkenal lainnya adalah cerita mengenai Putri Duyung atau Little Marmaid dalam Bahasa Inggris.

Kisah sedih seorang Putri Duyung yang jatuh cinta pada pangeran sehingga membuatnya ingin memiliki kaki dan membuat perjanjian dengan penyihir jahat, telah membuat tokoh Putri Duyung, wanita cantik berbadan ikan tersebut , sangat melegenda. Untuk itu, pada tahun 1913 seorang pematung bernama Ervard Eriksen telah membuat patung Putri Duyung (Little Mermaid). Sampai sekarang patung perunggu  tersebut menjadi ikon kota Kopenhagen, ibu kota negara Denmark.

Patung yang telah berumur 101 tahun tersebut terletak di kota Kopenhagen, dan menjadi daya tarik utama wisatawan yang mengunjungi kota tersebut. Dalam kurun waktu usianya tersebut, Patung tersebut telah beberapa kali mengalami kerusakan karena ulah vandalisme dari orang-orang yang tidak bertanggung jawab. Pada tahun 1964  misalnya,kepala patung telah hilang dipotong orang. Pemotongan tangan kanannya juga pernah terjadi pada tahun 1984.

Sebenarnya patung tersebut bukanlah patung yang besar. Tinggi patung yang hanya 1.25m  yang menggambarkan Putri Duyung yang duduk di atas batu dan memandang laut tersebut tidak akan terlalu istimewa apabila orang tidak mengenal kisah dongeng si Putri Duyung maupun cerita riwayat patung tersebut.

Pada tahun 2003, saya berkesempatan untuk berfoto di depan patung Putri Duyung tersebut bersama teman dari Vietnam. Kisah tragis Si Putri Duyung dan kisah sedih patungnya yang beberapa kali mengalami vandalisme membuat agenda mengunjungi Putri Duyung menjadi agenda wajib bila mengunjungi Kota Kopenhagen. Jangan lupa untuk juga membawa pulang berbagai sovenir berbentuk Putri Duyung ini  ke rumah, dan berfoto di depannya, seperti yang saya lakukan dulu, hehehe. (Salemba, 15 Agustus 2014)

Minggu, 16 Maret 2014

SALAM DARI LABUAN BAJO

Labuan Bajo, Nusa Tenggara Timur adalah sebuah kota di pinggir pulau Flores yang akhir-akhir ini sedang naik pamornya sebagai salah satu tujuan wisata Indonesia. Keindahan alam Kota Labuan Bajo dengan pantai pasir putihnya dan lautnya yang tenang serta pulau pulau yang tersebar membentuk keindahan tersendiri.

Sebagai pintu gerbang ke Pulau Komodo dan Pulau Rinca dimana binatang Kadal Purba Komodo hidup dan berkembang biak, Labuan Bajo dapat dicapai dengan mudah dari Bali. Terdapat 6 penerbangan yang menyinggahi Bandara Komodo dari Denpasar Bali setiap harinya, termasuk 2x Garuda Indonesia dan 2x Wings Air. Dari Jakarta kami menumpang pesawat Garuda Indonesia ke Bali dan dilanjutkan dengan pesawat Garuda lain ke Labuan Bajo. Garuda Indonesia saat ini memiliki 2 pesawat ATR72-600 baling-baling yang mendukung brand penerbangan Garuda Explore yang menyinggahi destinasi-destinasi wisata di Indonesia Timur. Agaknya jalur penerbangan tersebut cukup banyak diminati menghubungkan Denpasar, Labuan Bajo, Ende, Maumere dan Larantuka. Meskipun tergolong baru, rute ini cukup gemuk sehingga kapasitas seat 70 penumpang selalu penuh. Guna mendukung perkembangan wisata di Labuan Bajo, pemerintah telah membangun bandar udara baru. Tetapi sayangnya kemarin waktu saya datang kesana, masih belum diresmikan sehingga kita masih menggunakan bandar udara lama.

Di Labuan Bajo, saat ini telah dibangun beberapa hotel bintang 4 dan ada juga bintang 5 (Hotel Jayakarta) di sepanjang Pantai Pendeh. Selain itu terdapat juga beberapa hotel untuk backpaker yang cukup banyak tersebar di kota tersebut. Bahkan beberapa restoran Italia juga mulai banyak bermunculan. Dengan kondisi alam yang masih asli, baik perbukitan dan lautnya, Labuan Bajo memang menyajikan potensi wisata yang sangat menjanjikan.

Selain keberadaan binatang Komodo di Pulau Komodo dan Pulau Rinca, Labuan Bajo dikenal dengan keindahan alam bawah lautnya sebagai surga bagi para penyelam. Selain itu, terdapat perahu-perahu Yacht yang juga menyediakan akomodasi layaknya hotel bintang lima. Sehingga ketika berkunjung ke berbagai obyek wisata disitu yang sebagian besar terletak di pulau-pulau yang terpisah, akan sangat efesien karena tidak perlu lagi menyewa perahu. Banyak turis asing yang memilih berwisata dengan model seperti itu. Kebanyakan perahu-perahu Yacht tersebut bertolak dari Denpasar Bali dan menawarkan paket wisata yang cukup menarik.


Untuk turis lokal, keinginan melihat Komodo memang memerlukan anggaran yang cukup lumayan. Saat ini belum ada kapal/perahu yang reguler melayani wisatawan ke Pulau tersebut. Yang tersedia adalah speedboat yang harus disewa yang dapat membawa sekitar 6 orang dengan biaya sewa sekitar 4-5 juta. Jadi kalau tidak berombongan, menuju Pulau Komodo maupun Pulau Rinca memang tidak murah.

Selain pemandangan alam yang indah dan daya tarik Komodo nya, kuliner di Labuan Bajo juga cukup menjanjikan. Daerah yang berlimpah dengan hasil lautnya menyajikan kuliner hasil laut yang menggoda selera. Kebetulan waktu itu saya sempat mencicipiberbagai masakan dari ikan dan cumi yang segar dan lezat karena langsung diambil dan dimasak dalam waktu yang tidak terlalu lama. Konon banyak juga masyarakat yang membudidayakan ikan kerapu, sehingga ikan kerapu adalah makanan yang wajib dinikmati oleh pengunjung dengan harga yang terjangkau. Ikan kuah asam juga merupakan masakan andalam di daerah tersebut selain ikan bakal, kerapu steam dan cumi bakarnya yang lembut. Sayur kangkungnya juga enak dan renyah seperti kangkung Lombok. Ditanggung berat badan naik selama disana. hehehe(Jakarta, 17 Maret 2014)