Senin, 10 November 2014

RAPUH

seperti sayap kupu kupu
rapuh meluruh
ketika hujan menyiram
serasa sangat kejam

merenungi kehidupan
akan dibawa kemana
memperkuat diri
mengusir rapuh

tak mungkin berharap pada angin
memberikan arah
kemana langkah kaki membawa

mengusir rapuh

seperti kupu-kupu
tersiram hujan

(Jakarta,
11 nopember 2014)

Rabu, 05 November 2014

CERITA BONEKA BONEKA MAINAN MASA KECILKU

Aku mempunyai masa kecil yang bahagia. Meskipun aku hidup di desa dan orang tuaku bukan termasuk orang yang kaya, tetapi masa kecil yang terjaga dari segala masalah dan penuh kegembiraan aku miliki dengan rasa syukur.

Kenangan -kenangan masa kecil yang bahagia merupakan modal yang sangat berharga untuk menjalani kehidupan selanjutnya. Arti sebuah mainan bagi anak kecil memang tidak dapat dinilai dari harganya tapi dari fungsinya, termasuk untuk boneka. Kenangan boneka -boneka masa kecilku adalah sebagai berikut (sayangnya aku tidak punya fotonya):

1. Boneka pencet dari karet warna kuning berbentuk gajah

Aku masih ingat memiliki boneka untuk anak umur 1-2 tahun yang apabila dipencet berbunyi cit cit itu sampai berumur cukup besar. Boneka tersebut tersebut masih dalam kondisi bagus dan aku berikan pada keponakan yang masih kecil waktu itu (lupa siapa yang aku kasih).

2. Boneka plastik bayi bule besar

Boneka plastik berbetuk bayi bule besar itu lumayan populer pada masa aku kecil. Bahkan aku memiliki foto dengan menggendong boneka tersebut. Tapi keberadaan boneka yang tangan dan kakinya bisa dicopot itu tidak aku ingat aku miliki sampai besar.

3. Boneka dari daun pisang

Ketika masa sekolah dasar, aku sering membuat boneka dari daun pisang muda yang digulung. Sebenarnya boneka tersebut bisa dibuat dengan menggunakan daun pisang yang lebih tua, tapi hasilnya akan lebih bagus kalau menggunakan daun pisang muda (pucuk) yang masih berwarna kuning. Cara membuatnya sangat sederhana:
a. selembar daun pisang digulung (semakin besar gulungannya semakin baik)
b.pada bagian tengah gulungan tersebut diikat dengan seutas tali dari pelepah pohon pisang
c. bagian gulungan sebelah atas satu demi satu disobek sobek menggunakan peniti sampai habis dan berfungsi sebagai rambut. Semakin muda daun pisangnya, maka rambut boneka yang dihasilkan akan semakin lembut dan lama kelamaan menjadi keriting
d. selesai dan boneka anak wanita berambut ikal panjang telah siap sebagai mainan.

4. Boneka Panda warna merah

Boneka berbentuk Panda dari kain flanel warna merah yang diisi kain perca dan busa tersebut aku dapatkan setelah pulang dari operasi amandel di RS. Dokter Kariadi Semarang. Di beli di pasar Johar  Semarang untuk  menghibur diriku yang habis menjalani operasi. Waktu itu aku sudah kelas 4 Sekolah Dasar.

5. Boneka bantal

Boneka bantal adalah bantal biasa yang dipakaikan baju. Bantal yang berbaju tersebut sering aku bawa main ke tetangga sebelah, dipeluk peluk. Senang sekali rasanya memiliki boneka bantal seperti itu.

6. Boneka berbetuk burung merpati dan gadis kecil dari Sempe

Sempe adalah makanan dari tepung yang dipres dan diberi warna, mirip kerupuk tipis.  Yang sekarang masih sering aku temui dia berbetuk lembaran tipis bulat warna merah dan digunakan untuk menjepit arum manis (rambut nenek). manisan yang mirip rambut terbuat dari gula putih. Jaman aku kecil dulu, sempe tersebut berbentuk seperti boneka gadis kecil, burung atau pistol dan bisa dimakan.

7. Gulali tiup berbentuk gadis kecil

Siapa yang tidak kenal dengan gulalli? makanan manis terbuat dari gula tersebut memang sangat populer jaman aku kecil. Gulali yang biasanya berfungsi seperti permen yang ditusuk tusukan lidi bambu dapat dibentuk/dicetak menjadi boneka anak perempuan kecil. Caranya cukup sederhana, dengan mengambil secubit adonan gulali, terus dimasukkan dalam cetakan berbentuk gadis kecil, terus ditutup dan ditiup, sambil dipanasi. Gulali tersebut akan berasa manis agak pahit dan renyah. Dulu kalau makan gulali itu, digodain kakak -kakak sepupu karena cara pembuannya yang ditiup dan bisa dimakan, berarti nafas si abang penjual gulali ada di dalam makanan manis tersebut. Biasanya penjual gulali itu menjajakan dagangannya ketika terdapat keramaian seperti pertunjukan wayang kulit.


Tidak banyak ternyata boneka yang aku miliki dan aku tahu  ketika kecil, ternyata. Boneka beruang merahku itu malah masih ada sampai aku lulus kuliah dulu, aku bawa kost untuk menemaniku belajar di Semarang. Tapi sekali lagi, jumlah bonekaku tidak mempengaruhi keasikanku untuk bermain di masa kecil. Karena jaman dulu, banyak sekali permainan anak-anak kecil yang dapat aku mainkan dengan teman-teman di halaman rumah. Bahagianya masa kecil.(Jakarta, 6 Nopember 2014.)



Rabu, 29 Oktober 2014

MENUNGGU TITIK HUJAN

Badan ini sudah mengering
tanah ini tak lagi memberiku kehidupan
rumput pun telah mencoklat,
yang biasanya memberi seri hijau di sekitarku

air, kemana kau pergi??

harapan lah yang membuatku bernafas satu satu
akan datangnya titik-titik hujan
membasahi pokok ku

musim ini begitu panjang, kemarau ini
menyedot seluruh roh kehidupanku

menunggu titik hujan turun....
setiap nafas adalah penantian

dalam harap
(30 Oktober 2014)

Minggu, 19 Oktober 2014

MENENGOK FASILITAS TRANSPORTASI DAN TOILET UMUM DI PERTH, AUSTRALIA

suasana Kota Perth-Australia
Hidup di negara maju memang penuh dengan fasilitas dan kenyamanan. Lalu lintas yang lancar dan tertib, angkutan umum yang bagus, tepat waktu, banyak dan bersih. Kota yang teratur dan indah serta  berbagai kemudahan-kemudahan lainnya. Australia sebagai negara tetangga Indonesia adalah salah satu negara maju yang dekat dengan Indonesia dari segi jarak. Kehidupan di Australia tidak jauh berbeda dengan kehidupan di negara-negara eropa, karena negara yang pernah diperintah oleh Inggris ini memang kebanyakan berpenduduk yang nenek moyangnya berasal dari benua eropa, beberapa ratus tahun yang lalu. Tata kehidupan dan pemerintahan di Australia pun tidak jauh berbeda dengan Eropa.



TRANSPORTASI


Pesawat Garuda di Bandara Perth
Perth sebagai kota yang terletak di wilayah barat Australia  adalah kota yang istimewa. Tidak hanya karena banyak orang Indonesia yang tinggal atau  mengirimkan anaknya bersekolah di kota ini, tetapi juga dari hitungan jarak, Perth dapat ditempuh hanya 4 jam dari Bali dan 4.5 jam dari Jakarta.  Jadi terbang ke Perth lebih dekat dibandingkan dengan terbang ke Jayapura dari Jakarta. Demikian juga bagi penduduk Perth, terbang ke Bali yang hanya 4 jam  lebih dekat dibandingkan terbang dari Perth ke Sydney yang 4.5 jam.  Pesawat Garuda  terbang setiap hari ke Perth pun menjadi maskapai favorite turis-turis Australia yang akan berlibur ke Bali. Tingginya okupansi Garuda Indonesia, membuktikan bahwa Indonesia khususnya Bali masih menjadi destinasi wisata terfavorit bagi turis Australia.


Salah Satu Bis Gratis itu, si Kucing Biru atau Blue CAT
Perth juga memiliki pelayanan bus umum GRATIS yang beroperasi di area pusat Perth yang bernama Transperth CAT (Central Area Transit). Bus umum CAT yang bersimbolkan seekor kucing atau cat dalam bahasa Inggris yang dikelilingi lingkaran warna biru atau merah atau hijau atau kuning.  Tiap warna memiliki rute yang berbeda-beda yang di halte-halte tertentu dapat bersinggungan rutenya. Seperti busway yang beroperasi di Jakarta, setiap menuju halte pemberhentian, aku muncul tulisan pemberitahuan halte di depan sebelum dia berhenti. Jadi penumpang yang belum hafal lokasi-lokasi halte di Perth, dapat bersiap dan bergegas apabila halte yang akan ditujunya telah dekat. Jadi mobilitas tiap penduduk Perth yang tinggal di tengah kota, berjalan dengan lancar dan tanpa biaya! betapa enaknya.

TOILET DI PERTH

Salah satu hal yang menyenangkan bila berkunjung ke Australia adalah fasilitas toilet umumnya yang bersih dan kering. Budaya orang barat yang lebih menyukai toilet kering merupakan salah satu alasan kenapa mereka tidak menyediakan air untuk membersihkan diri setelah buang air kecil, tetapi kertas toilet yang selalu tersedia. Fasilitas toilet kering memang sudah merupakan hal yang jamak di negara-negara maju, termasuk  di bandara-bandaranya.
vending mesin penyedia sikat dan pasta gigi itu



Dalma pengalaman saya berkunjung ke beberapa toilet di negara-negara maju, saya sering melihat toilet yang dilengkapi dengan alat vending mesin yang menyediakan pembalut wanita. Cukup dengan memasukkan uang kecil jumlah tertentu, kita sudah bisa mendapatkan pembalut yang kita inginkan. Jadi apabila tamu bulanan tiba-tiba datanng diwaktu yang tidak kita duga, cukup membuat kita lega karena ada mesin penjual pembalut wanita di toilet wanita.

vending mesin penyedia keperluan wanita lainnya
Saya pernah juga melihat vending mesin yang menjual pasta gigi dan sikat gigi sekali pakai, khususnya di bandara. Jadi para penumpang yang melakukan penerbangan malam, dapat merapikan diri dan membersihkan dirinya terlebih dahulu, termasuk bergosok gigi sebelum keluar bandar udara menemui penjemputnya. Mulut segar dan bersih, percaya diripun meningkat. Di bandara Perth, selain pasta gigi dan sikat gigi, terdapat vending mesin lain yang sangat memanjakan pengunjungnya. Cukup dengan uang kecil AUS$ 2 (dua dollar Australia)  atau setara dengan uang Rp. 22.000 (dua puluh dua ribu rupiah), dapat dipilih berbagai pernak pernik yang mungkin sibutuhkan oleh kaum wanita ketika berada di toilet baik dalam rangka mematut diri maupun alasan khas wanita lainnya. Peralatan wanita yang disediakan di toilet tersebut adalah
  • pembalut wanita
  • tampon wanita
  • survival kit yang terdiri atas 2 karet ikat rambut, 2 peniti dan 4 penjepit rambut
  • lip glos
  • parfum
  • permen mint
Jadi keluar dari toilet wanita, penampilan paripurna pun terlihat,  rambut  terikat dan terjepit rapi, bibir merah mengkilat segar dan badan wangi. Apakah tidak termanjakan wanita-wanita yang mengunjungi toilet bersih dan kering di Perth ini ?! Jadi bertanya-tanya, kapan ya toilet umum di Jakarta bisa seperti ini?

(Jakarta, 20 Oktober 2014)

Rabu, 03 September 2014

LAPARASKOPI: SEBUAH IKTIYAR

Laparaskopi adalah operasi untuk melihat ke dalam perut manusia dengan menggunakan alat tanpa pembedahan besar  atau disebut juga dengan minimal invansive surgery. Operasi tersebut dilakukan dengan melakukan sayatan kecil di 4 (empat) titik di perut guna memasukkan peralatan robotik dimana seluruh aktifitas operasi dilakukan dengan melihat layar . Operasi ini berbeda dengan operasi laparatomi yang saya lakukan pada tahun 2012, dimana pada waktu itu, perut saya dibuka secara manual. Pilihan operasi harus laparatomi maupun laparaskopi, ditentukan oleh dokter dengan melihat kasus dari penyakit yang harus ditangani.


Pada hari Sabtu tanggal 30 Agustus 2014 yang lalu saya melakukan operasi Laparaskopi karena kista indung telur sebesar 4 cm di indung telur sebelah kiri yang harus diangkat. Sebenarnya kista sebesar 4 cm tersebut adalah sisa dari operasi pada tahun 2012 dimana saat itu dilakukan pengangkatan kista saya yang berdiameter 20 cm. Dokter sengaja menyisakan kista di perut saya karena pada waktu itu tidak mau mengangkat indung telur saya sebelah kiri.

Keberadaan kista sebesar 4 cm tersebut pernah ditest dengan CA 125 (tumor marker) dan tidak menunjukkan keganasan yang membahayakan, sehingga dokter bersedia untuk melakukan program-program lanjutan untuk mendapatkan keturunan (bayi tabung).

Namun ketika habis lebaran kemarin saya menjalani program bayi tabung, ternyata setelah dilakukan ovum pick up (pengambilan sel telur), diperoleh 3 sel telur yang berisi cairan darah. Jadi sel telur tersebut termakan kista. Meskipun pada saat OPU tersebut, kista telah disedot isinya oleh dokter untuk dilakukan pengujian, pada waktu haid berikutnya, kista tersebut telah kembali membesar kembali ke ukuran normal. Dokter menggambarkan bahwa kista seperti balon berisi air. biarpun airnya sudah disedot, dia akan segera kembali lagi terisi saat siklus haid datang. So, keputusannya adalah operasi kista! sebelum melanjutkan program berikutnya.

Meskipun ini  adalah operasi kali kedua saya, tetap saja, yang namanya operasi selalu membuat hati GALAU. Dan sebagai akibatnya, saya yang selama ini cenderung bertensi rendah, dengan tiba tiba melonjak 140/102. Meskipun sebelum operasi akhirnya turun menjadi 120/70 sehingga saya tidak perlu bertemu dengan dokter ahli penyakit dalam, tetapi konon kata dokter, selama operasi berlangsung, tensi saya tidak stabil, naik turun, sehingga membahayakan. Sedikit banyak berat badan saya yang selama 2 tahun ini meningkat dengan drastis juga menjadi salah satu alasan ketidak seimbangan tekanan darah saya.

Well, ternyata dokter mendapati indung telur sebelah kiri saya sudah infeksi parah dan abses. Melihat kondisinya, berarti infeksi ini  ada di perut saya sudah cukup lama, sekitar 2 tahunan. Dan selalu dokter merasa aneh karena saya tidak pernah mengeluh kesakitan ketika menstruasi datang, melihat kondisi saya. Namun saya akui sih, akhir-akhir ini di indung telur sebelah kiri saya merasa agak senut senut, namun itu juga setelah tahu saya akan dioperasi. Akhirnya, demi menjaga kesehatan indung telur sebelah kanan yang alhamdulillah masih sehat, agar tidak tertular, saya harus merelakan indung telur kiri saya diangkat.

Sedih juga, saya merasa sebagai wanita, tidak lagi sempurna karena hanya memiliki satu indung telur. Namun, daripada memiliki 2 indung telur dengan 1 yang sakit, lebih baik punya 1 tapi sehat. Semoga yang satu ini dapat memberikan saya sel sel telur yang sehat dan banyak.amin.

Setelah operasi, jam 1 an siang saya kembali ke kamar perawatan. Lumayan juga operasi yang saya jalani, karena saya dijadwalkan operasi jam 5 pagi. Hari minggu siang, dokter visit dan menceritakan kondisi saya disertai saran untuk menurunkan  berat badan, serta memperbolehkan pulang, dengan pesan supaya saya banyak jalan. Ternyata selain pengangkatan indung telur kiri saya, kemarin itu dokter menemukan polip di rahim saya dan miom di mulut rahim saya dimana keduanya sudah dibersihkan sekalian, alhamdulillah.

 Cukup 2 malam saja paket laparaskopi ini, saya check in hari jumat sore, check out minggu siang sebelum jam 12 siang. Tentu saja lebih baik istirahat di rumah saja, karena tidak perlu memperpanjang bayar kamar. Dokter memberikan saya 3 jenis obat satu untuk antibiotik (oral), satu untuk nyeri (oral) dan 1 obat anal. Setelah operasi maupun di rumah, saya sudah boleh mandi guyur seperti biasa karena plester untuk 4 bekas luka saya adalah anti air. Namun sampai hari ini saya masih memakai pembalut karena masih adaanya sisa sisa darah dari operasi tersebut.

Dari bekas operasi, saya tidak merasakan sakit apa apa meskipun di dalam perut saya masih ada luka luka. Yang saya rasakan  seperti orang masuk angin, badan tidak merasa enak dan berkeringat dingin banyak. Mungkin sebagai akibat ruang operasi yang sangat dingin dan juga seperti kepengin muntah. Dua rasa itu tentu saja lama kelamaan menghilang dengan sendirinya.

Begitulah cerita operasi kedua yang saya jalani karena kista endometriosis. Meski apapun yang terjadi, saya harus terus beriktiyar dan berusaha. Menyerahkan semuanya pada Allah SWT dan bertawakal. (Salemba, 3 September 2014)






Jumat, 22 Agustus 2014

ADA MESIN PEMECAH KEPALA DI MUSEUM KEBANGKITAN NASIONAL, JAKARTA

Tampak luar gedung Museum Kebangkitan Nasional Indonesia
Bagi yang belum tahu, Museum Kebangkitan Nasional terletak di Jl. Dr. Abdul Rahman Saleh No. 26 Jakarta Pusat atau tepatnya  di sebelahnya Rumah Sakit Angkatan Darat Gatot Subroto, Jakarta Pusat. Dari arah Pasar Senen menuju Jalan Prapatan, lewat di depan Rumah Sakit Gatot Subroto, Museum ini terletak di sebelah kanan jalan.

Sepintas museum tersebut terlihat hanyalah sebagai bangunan kuno saja, namun tahukah anda bahwa bibit bibit pergerakan Indonesia pernah tumbuh subur di tempat tersebut.Gedung tersebut dahulunya merupakan gedung STOVIA (School tot Opleiding van Inlandsche Artsen) atau Sekolah Dokter Bumi Putra yang diresmikan pada tahun 1902.  Selain sebagai sekolah untuk menghasilkan dokter-dokter pribumi yang cakap dengan masa pendidikan 9 tahun beserta asramanya, gedung tersebut juga pernah menjadi sekolah apoteker, fakultas kedokteran Universitas Indonesia, penampungan tawanan Jepang, penampungan keluarga Batalyon V, sebelum akhirnya dipugar dan diresmikan menjadi Gedung Kebangkitan Nasional oleh Presiden Suharto pada tanggal 20 Mei 1974.

Apabila berkunjung ke Museum bersejarah ini, kita hanya diminta membayar karcis Rp. 2.000 (dua ribu rupiah) bagi umum dan Rp. 1.000 (seribu rupiah) bagi pelajar. Tiket tersebut teramat sangat murah dibandingkan dengan pengetahuan yang kita dapatkan. Museum dibagi dalam 2 bagian yaitu masa-masa sebelum kebangkitan nasional (sebelah kiri) dan Barang-barang peninggalan ex Stovia beserta asrama mahasiswa STOVIA di sebelah kanan.

Diorama yang menggambarkan suasana pembelajaran STOVIA 
Di Museum tersebut terdapat pula diorama yang menggambarkan suasana pembelajaran saat itu, khususnya di kelas terbuka yang terletak di teras sekolah. Terdapat pula diorama mengenai sekolah yang dibuka oleh RA. Kartini sebagai salah satu inisiator kebangkitan nasional Indonesia. Selain itu terdapat pula foto-foto dan penjelasan mengenai sejarah dan organisasi pergerakan nasional yang ada di Indonesia, khususnya Budi Utomo, Perhimpunan Indonesia, Syarekat Islam, Indische Partij dan Muhammadiyah. Dengan membaca keterangan yang terdapat dalam foto-foto, diharapkan pengunjung mendapatkan gambaran mengenai kebangkitan nasional di Indonesia pada masa tersebut.

Selanjutnya pada sisi sebelah kanan, terdapat 4 ruangan yang diberi nama Stovia I-IV yang berisi sejarah pengobatan dan kedokteran di Indonesia serta alat-alat yang dipergunakan pada masa tersebut untuk menunjang pembelajaran para Dokter Jawa waktu itu. Anda dapat menjumpai alat-alat yang dipergunakan oleh dokter gigi pada masa itu, alat-alat sunat, alat bantu pernapasan, mikroskop, alat ronsen dan alat pemecah kepala! dll.

Mesin pemecah kepala itu
Pada awalnya saya tidak percaya membaca penjelasan pada alat tersebut, saya pikir seharusnya kelapa, bukan kepala. Namun setelah kembali saya baca, memang itu adalah alat pemecah kepala. Tentu saja fungsi alat tersebut bukan dalam rangka mendukung kanibalisme, namun lebih kepada pendukung pelajaran, khususnya guna mempelajari otak dan kepala manusia yang tentunya sangat diperlukan oleh para calon dokter.

Suasana asrama mahasiswa STOVIA
Di sisi kanan dari komplek bangunan tersebut, terletaklah asrama bagi para calon dokter yang berasal dari berbagai tempat di Indonesia. Asrama yang berupa barak terbuka panjang yang didalamnya diletakkan ranjang-ranjang besi dan almari -almari bagi masing-masing siswa, menjadi kawah penggodokan ide-ide kebangkitan nasional Indonesia kala itu. Interaksi yang intens dari para siswa yang tinggal di asrama dan sekolah yang sama tersebut menjadikan berbagai diskusi mengenai pergerakan kebangkitan nasional timbul.

Diorama kegiatan diskusi mahasiswa STOVIA di asrama
Di bangunan yang sampai sekarang masih terawat dan terjaga tersebut, kita bisa membayangkan pada jaman dahulu bagaimana  para siswa pemuda menuntut ilmu dan mengolah rasa kebangsaan. Museum yang merupakan tempat yang bagus untuk belajar dan melihat langsung peninggalan-peninggalan perjuangan kebangkitan bangsa tersebut, sayangnya tidak begitu menarik banyak masyarakat untuk mengunjunginya. Nilai-nilai kebangkitan bangsa yang ingin dijaga dan dipertahankan melalui museum tersebut, jangan sampai menjadi ruang lengang  yang dilupakan oleh generasi penerus bangsa Indonesia tercinta ini. (Salemba, 22 Agustus 2014)




Foto para pendiri Budi Utomo

MENONTON PERTUNJUKAN WAYANG AIR DI VIETNAM

Jika anda berkunjung ke Hanoi, Vietnam, jangan lupa untuk melihat pertunjukan seni khas rakyat Vietnam yaitu Wayang Air (Water Puppetary Show). Tidak susah untuk menonton pertunjukan tersebut karena mereka melakukan show beberapa kali sehari dan hampir setiap hari sepanjang tahun pertunjukan itu dilaksanakan. Jadi tinggal memilih hari dan jam yang diinginkan saja, anda dapat menikmati kesenian unik yang tidak ada di Indonesia ini. Namun, mengingat banyaknya peminat yang menonton pertunjukan tersebut (turis), maka kadang anda dapat kehabisan tiket dan terpaksa harus menjadwal ulang keinginan menonton pertunjukannya.

Tiket yang dipatok tidaklah terlalu mahal, hanya 3-5 US$ per orang, tergantung posisi tempat duduknya, untuk pertunjukan yang kira-kira berlangsung selama 1 jam. Gedung pertunjukan terletak di depan Danau Hoan Kiem dan  berada di jantung ibu kota Vietnam tersebut.  Apabila anda datang terlalu awal, jangan khawatir, karena selain anda dapat melihat pemandangan danau yang indah, anda juga dapat mencicipi kuliner vietnam, khususnya sea food yang mereka jajakan secara terbuka di kaki lima. Di sekitar tempat pertunjukan juga banyak toko-toko yang menjual sovenir khas Vietnam berupa berbagai bentuk sulaman tangan, baik yang berupa tas, dompet maupun lukisan.

Pertunjukan yang dilaksanakan di Thang Long Theater ini menjadikan kolam yang berisi air sebagai panggung pertunjukannya. Selama pertunjukan berlangsung, satu grup musik tradisional lengkap dengan penyanyi dan awak yang berpakaian tradisional Vietnam, mengiringi jalannya pertunjukan. Sebenarnya, pertunjukan ini tidak lepas dari kegiatan sehari-hari rakyat Vietnam yang sebagian besar petani. Boneka boneka yang terendam air dan melakukan berbagai kegiatan seperti bertanam padi, memancing ikan, memanjat kelapa, menggembala kerbau, bermain barongsai dll menjadi menarik berkat kepiawaian para dalang yang menggerakkan para boneka tersebut dari balik tirai. Mereka juga ikut nyemplung di dalam kolam selama pertunjukan berlangsung.

Konon, Theater Thang Long tersebut didirikan sejak tahun 1969 dan sampai saat ini masih setia menghibur para turis/penonton yang mengunjungi Hanoi. Bayangkan saja andaikan hal yang sama juga terjadi dengan gedung pertunjukan Wayang Orang  kita di Jakarta yaitu Gedung Pertunjukan Wayang Orang Bharata di Pasar Senen. Tentunya dapat menjadi pelestari kebudayaan kita yang adi luhung, sekaligus sebagai penambah daya tarik wisatawan untuk berkunjung ke Jakarta. (Salemba, 22 Agustus 2014)